Jepara (lingkarjateng.id) – Kapal Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati berkesempatan singgah dan hadir memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat khususnya di wilayah pesisir dan kepulauan di Kabupaten Jepara.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo yang akrab disapa Mas Wiwit mengapresiasi kehadiran rumah sakit Apung Laksamana Malahayati dinilai sebagai bentuk nyata upaya mendekatkan akses layanan kesehatan untuk masyarakat.
“RS Apung ini bukan hanya menghadirkan layanan kesehatan, tetapi juga membawa harapan dan ketenangan bagi masyarakat,” kata Mas Wiwit didampingi Kepala Dinkes Jepara Hadi Sarwoko, Wakil Ketua DPRD Jepara Junarso, serta pihak terkait lainnya pada Senin (6/4/2026).
Ia menuturkan selama empat hari terakhir RS Apung Malahayati telah memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada warga. Kehadirannya, terutama bagi masyarakat yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan darat.
Sebagai daerah dengan karakter maritim, lanjut Mas Wiwit, Jepara memiliki tantangan tersendiri terutama di sektor pemerataan layanan kesehatan untuk masyarakat di wilayah pesisir.
Dengan garis pantai yang panjang, banyaknya masyarakat nelayan, serta posisinya sebagai pintu gerbang menuju Karimunjawa, menjadikan konsep rumah sakit apung sangat relevan untuk diterapkan.

“Kami Pemkab Jepara, terus berkomitmen meningkatkan akses layanan kesehatan melalui program jaminan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu. Salah satunya melalui program BPJS/KIS yang didukung anggaran sebesar Rp41,34 miliar dari APBD,” tegasnya.
Program tersebut dihadirkan sebagai respons atas berkurangnya jumlah penerima KIS dari pemerintah pusat. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 112.232 warga telah menerima manfaat dari program tersebut.
Sementara itu, dokter RS Apung Malahayati, dr Michelle M, mengatakan bahwa pihaknya terus menjalankan misi kemanusiaan dengan menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), termasuk kawasan pesisir.
Ia menyebutkan, Jepara menjadi salah satu titik pelayanan setelah sebelumnya tim berkeliling ke berbagai daerah di Indonesia. Hari ini menjadi hari terakhir pelayanan RS Apung di Jepara.
“Kami membawa tim lengkap, mulai dari dokter, perawat, bidan hingga tenaga medis lainnya. Fasilitas di kapal juga cukup lengkap, mulai dari ruang pemeriksaan, rawat inap hingga ruang operasi,” jelas dr Michelle.
“Selain itu, RS Apung Malahayati juga dilengkapi ambulans dan kendaraan motor trail untuk menjangkau wilayah dengan akses sulit, sehingga pelayanan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat,” pungkasnya. ***
Jurnalis : Tomi Budianto
Editor : Fian





























