Blora (lingkarjateng.id) – Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih direncanakan sebagai pusat distribusi penyaluran bansos (PKH, pangan, pupuk) untuk memangkas birokrasi dan memastikan ketepatan sasaran kepada 18 juta penerima manfaat.
Program yang digagas Presiden Prabowo Subianto tersebut menargetkan 80.000+ unit Kopdes untuk mengelola ekonomi desa.
Kepala Desa Pilang Kecamatan Randublatung, Blora, Suyatno menanggapi hal itu, menegaskan, jika wacana itu nantinya benar, pihaknya menyatakan 100 persen siap. Menurutnya, saat ini baik dari sisi pengurus, SDM, serta bangunan KDMP dipastikan mumpuni.
“Jika nanti kopdes ditunjuk, menyalurkan bansos, kami pastikan kami siap,” kata Suyatno kepada awak media, Senin (6/4).
Suyatno mengungkapkan, jika ditengok dari sisi SDM pengurus, dirinya yakin dikarenakan hampir mayoritas pengurus berasal dari tokoh berpendidikan yang mampu sebagai ujung tombak.
“Mereka berasal dari relawan yang kober dan mau berjuang. Kemampuan kami tidak meragukan,” bebernya.
Selain itu, bangunan KDMP yang terdiri dari gerai dan gudang juga telah berdiri kokoh, sehingga nantinya mampu menampung puluhan ton beras dan minyak.
“Bangunan juga sudah oke. Gudang sangat luas, jadi kami siap,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua KDMP Pilang, Lamijan saat dikonfirmasi mengaku, jika pada prinsipnya tanggung yang dibebankan akan dilaksanakan dengan baik dan semaksimal mungkin.
“Iya kita akan laksanakan amanah apabila memang KDMP menjadi penyalur bansos baik bantuan pangan maupun PKH,” kata Lamijan menjawab terkait isu yang saat ini berkembang terkait penyaluran bansos melalui KDMP.
Hanya saja, untuk meminimalkan resiko pihaknya meminta bahwa data memang data yang sifatnya final. KDMP tidak dilibatkan secara pendataan.
“Asal datanya sudah ada ya kami pasti mampu, karena bersifat teknis,” akunya.
Dihubungi terpisah Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kabupaten Blora, Luluk Kusuma, mengatakan, jika hingga hari ini belum ada pemberitahuan resmi terkait hal tersebut. Bahkan dirinya mengaku, belum tahu.
“Saya saja baru dengar soal ini. Kemarin kami rapat di Jakarta juga tidak ada disinggung soal penyaluran bansos bakal melalui KDMP,” kata Luluk saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (6/4).
“Mohon maaf kami belum bisa berkomentar banyak, karena memang belum ada perintah resminya,” imbuhnya.***
Jurnalis : Hanafi
Editor : Fian





























