REMBANG, Lingkarjateng.id – Kasus campak di RSUD dr. Soetrasno Rembang hingga saat ini masih nihil, meskipun sejumlah daerah lain dilaporkan mengalami peningkatan kasus penyakit menular tersebut.
Direktur RSUD dr. Soetrasno, dr. Samsul Anwar, menyampaikan bahwa pihak rumah sakit terus memperkuat langkah antisipatif guna menjaga situasi tetap aman. Salah satunya melalui edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya pencegahan penularan campak, terutama menjelang dan setelah momentum Lebaran yang identik dengan mobilitas tinggi.
“RSUD, alhamdulillah belum menemukan kasus, masih aman. Sebelum Lebaran kemarin kami juga sudah membuat imbauan dan edukasi dari dokter spesialis terkait cara mencegah penularan campak,” ujarnya, Senin, 6 April 2026.
la menjelaskan, edukasi tersebut mencakup pemahaman tentang gejala awal campak, pentingnya menjaga kebersihan, serta anjuran untuk melengkapi imunisasi bagi anak.
Dirinya kembali menguraikan, campak merupakan penyakit yang perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan gejala seperti ruam kemerahan dan demam tinggi. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan dehidrasi, terutama jika penderita mengalami kesulitan makan dan minum akibat gangguan pada tenggorokan.
“Yang berbahaya itu efek lanjutannya. Misalnya anak tidak mau makan dan minum beberapa hari, bisa berisiko dan perlu penanganan medis, termasuk infus,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan, kelompok usia yang paling rentan terserang campak adalah anak-anak, khususnya di bawah usia lima tahun. Namun demikian, hingga saat ini belum ditemukan kasus baik di RSUD maupun dalam pemantauan yang dilakukannya.
“Rata-rata memang anak-anak di bawah lima tahun, tapi sementara ini di Rembang, khususnya di RSUD, belum ada kasus,” tambahnya.
Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera membawa pasien ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala yang mengarah ke campak, guna mendapatkan penanganan lebih lanjut dan mencegah komplikasi yang lebih serius.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Sekar





























