DEMAK, Lingkarjateng.id – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana mulai memperbaiki enam titik tanggul jebol di aliran Sungai Tuntang yang tersebar di dua desa di Kabupaten Demak menyusul menurunnya debit air sungai tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Demak, Agus Sukiyono, mengatakan bahwa alat berat diterjunkan untuk percepatan perbaikan tanggul sementara debit air masih rendah.
Ia menyebut penanganan dilakukan di Dukuh Solondoko dan Dukuh Solowere, Desa Trimulyo, serta di Desa Sidoharjo, Kecamatan Guntur, masing-masing menggunakan dua unit ekskavator.
“Setelah perbaikan sementara, akan dilanjutkan dengan perbaikan permanen agar tanggul tidak mudah jebol kembali,” ujar Agus, Minggu, 5 April 2026.
Banjir di Demak sebelumnya disebabkan debit Sungai Tuntang melebihi daya tampung akibat curah hujan tinggi di hulu, meski cuaca di Kabupaten Demak dalam kondisi cerah.
Tanggul jebol terjadi di enam titik, dengan panjang tanggul di Desa Trimulyo sekitar 30 meter dan 10 meter, serta di Desa Sidoharjo masing-masing 15 meter.
BPBD Demak mencatat banjir mengakibatkan 2.116 rumah terdampak dengan total 7.606 jiwa. Sebanyak 2.839 jiwa dari sembilan desa di empat kecamatan sempat mengungsi, namun kini telah kembali ke rumah masing-masing.
Desa terdampak meliputi Trimulyo, Sidoharjo, Turitempel, Tlogorejo, Bumiharjo (Kecamatan Guntur), Desa Ploso (Kecamatan Karangtengah), Desa Lempuyang (Kecamatan Wonosalam), serta Desa Sarimulyo dan Solorire (Kecamatan Kebonagung).
Jurnalis: Ant
Editor: Rosyid





























