SEMARANG, Lingkarjateng.id – Wakil Ketua Komisi II DPR RI Aria Bima mendorong percepatan proses lelang aset milik PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) guna menyelesaikan kewajiban utang kepada Bank Jateng yang mencapai sekitar Rp300 miliar. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jawa Tengah.
Hal itu disampaikan Aria Bima usai menggelar Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Rabu, 1 April 2026. Kunjungan tersebut membahas pengawasan terhadap BUMD dan bank daerah.
“Tadi Pak Gubernur menyampaikan kepada saya bagaimana proses penyelesaian di Sritex, agar secepatnya proses lelang dirampungkan supaya penjualan aset itu bisa mengembalikan utang Sritex ke Bank Jateng senilai Rp300 miliar,” ujarnya.
Selain itu, ia menegaskan bahwa percepatan lelang aset juga akan berdampak langsung pada nasib sekitar 10 ribu eks pekerja Sritex.
Menurutnya, jika tidak segera ada kepastian terkait pemutusan hubungan kerja (PHK), para buruh berpotensi kehilangan hak atas pesangon.
“Kalau Sritex tidak segera ada keputusan tentang PHK, mereka sudah banyak yang mau menampung di sejumlah pabrik. Tapi kalau sudah ditampung di pabrik lain, mereka tidak punya jatah untuk uang pesangon PHK,” ungkapnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi disebut telah berkomitmen menyelesaikan persoalan tersebut, baik terkait pelunasan utang maupun pemenuhan hak-hak pekerja.
“Tadi Pak Gubernur sudah komit untuk menyelesaikan permasalahan Sritex, bukan hanya soal utangnya ke Bank Jateng, tapi juga urusan buruhnya agar segera tuntas,” tegas Arya.
Melalui kunjungan kerja tersebut, Arya berharap tata kelola BUMD dan bank daerah semakin optimal sehingga mampu meningkatkan kinerja bisnis dan kontribusi dividen. Arya juga menilai Bank Jateng berpotensi menjadi instrumen penting dalam pembangunan ekonomi daerah.
“Jadi saya berharap Bank Jateng mampu menjadi instrumen pembangunan ekonomi di Jateng. Apalagi dengan interkonektivitas tol, kereta api, bandara, pelabuhan, hingga jalan trans yang dibenahi, potensi aset di 35 kabupaten/kota bisa terintegrasi, baik di sektor pertanian, perkebunan, pariwisata, hingga kelautan,” imbuhnya.
Jurnalis: Rizky Syahrul
Editor: Sekar






























