KAB.SEMARANG, Lingkarjateng.id – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Polres Semarang menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan pemudik yang masuk baik dari ruas Tol Semarang-Solo dan ruas jalur konvensional.
“Kami dari kepolisian Polres Semarang bersama pengelola jalan tol menyiapkan sejumlah skema operasional. Contohnya seperti penerapan jam layanan, rekayasa lalu lintas, hingga layanan kedaruratan,” kata Kapolres Semarang, AKBP Ratna Quratul Ainy pada Rabu, 11 Maret 2026.
Diketahui ruas Tol Bawen-Jogja Seksi VI Bawen-Ambarawa akan difungsionalkan mulai Jumat, 13 Maret 2026 untuk mengurangi kepadatan lalu lintas khususnya di Simpang Susun Bawen.
“Sedangkan Jalur B di ruas Tol Bawen-Ambarawa ini sampai sekarang masih dikebut proses penyelesaian pembangunan dan kelengkapan rambu-rambu lalu lintas, karena di hari Minggu, 15 Maret 2026 juga akan digunakan untuk mendukung arus mudik dan balik Lebaran 2026,” terangnya.
Pihaknya menjelaskan, Tol Bawen-Ambarawa akan difungsionalkan di jam 06.00 WIB sampai dengan 17.00 WIB, mengingat masih minimnya lampu penerangan.
“Khusus ruas tol tersebut akan diberlakukan untuk kendaraan Golongan I atau kendaraan pribadi saja, baik itu di arus mudik dan arus balik, kendaraan golongan lainnya dilarang melintas di ruas Tol Bawen-Ambarawa,” bebernya.
AKBP Ratna menegaskan pembukaan tol juga bersifat situasional, dan akan menyesuaikan kondisi kepadatan volume kendaraan yang melintas di sekitar Bawen.
“Kalau terjadi crowded, tentu kita akan lakukan sistem buka-tutup,” jelasnya.
Terkait rekayasa lalu lintas di dalam wilayah Ambarawa sendiri, pihaknya mempertimbangkan akan menggunakan sistem satu jalur atau one way.
“Supaya tidak terjadi kemacetan di sekitar wilayah Ambarawa. Skema one way ini diberlakukan mulai Exit Tol Ambarawa-Bintangan-Jalan Lingkar Ambarawa (JLA)-Ngampin hingga masuk ke pusat Kota Ambarawa,” ujar dia.
“Situasional itu pasti, kami akan ukur kembali, timbang kembali, dari jumlah kendaraan yang melintas. Kalau lancar, itu tidak diberlakukan, masih sesuai yang berlaku saat ini,” jelas AKBP Ratna kembali.
Sedangkan untuk menghindari kemacetan di Simpang Susun Bawen, kendaraan yang keluar dari Exit Tol Bawen nantinya hanya diperbolehkan langsung belok kiri atau ke arah Kota Salatiga saja.
“Sehingga tidak terjadi persilangan kendaraan di traffic light Bawen, karena jelas traffic light akan diatur dua fase saja tanpa ada crossing dari exit tol menuju arah Ungaran. Dan yang keluar dari Exit Tol dari Bawen langsung ke kiri atau ke arah Kota Salatiga, jadi tidak ada crossing di overpas traffic light Exit Tol Bawen,” kata AKBP Ratna.
AKBP Ratna juga mengungkapkan jajaran kepolisian Polres Semarang sudah menyiapkan total delapan pos pengamanan dan Posko Terpadu yang kali ini ditempatkan di Ngampin, Ambarawa.
“Kami juga ada lima pos pengamanan di setiap rest area yang ada di ruas Tol Semarang-Solo yang masuk wilayah Kabupaten Semarang, dan pos pengamanan juga ada di sekitar Bergas, dan terakhir pos ada di Bandungan,” ujarnya.
Ia mengaku, sudah menyiapkan personil di setiap pos pengamanan yang ada, sehingga pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026 di Kabupaten Semarang sudah siap seluruhnya.
Jurnalis: Hesty Imaniar
Editor: Sekar S






























