SEMARANG, Lingkarjateng.id – Kantor Wilayah Bulog Jawa Tengah terus memperkuat jaringan distribusi Minyakita di tengah dinamika harga minyak goreng yang masih mengalami fluktuasi di pasaran. Langkah ini dilakukan agar Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter dapat tetap stabil dan terjangkau oleh masyarakat.
Kepala Kanwil Bulog Jawa Tengah, Sri Muniati mengatakan pihaknya telah melakukan serapan cukup tinggi untuk memastikan pasokan Minyakita tersedia di tingkat masyarakat. Menurutnya, komoditas minyak goreng bersubsidi saat ini menjadi perhatian karena di sejumlah titik harga mulai tidak stabil.
Hingga saat ini Bulog Jawa Tengah telah menyerap sekitar 6.518 ribu kilo liter Minyakita dari total kuota 7.001 ribu kilo liter yang ditetapkan hingga Maret 2026. Stok tersebut kemudian disalurkan ke berbagai wilayah melalui jaringan distribusi yang telah disiapkan.
“Minyakita yang sekarang jadi sorotan karena harganya fluktuasi juga kami didukung dengan stok yang cukup besar. Sampai sekarang kami sudah menyerap sekitar 93 persen dari kuota hingga Maret, yaitu sekitar 6.518 ribu kilo liter dari kuota 7.001 ribu kilo liter. Stok ini juga sudah disalurkan ke pasar tradisional maupun pedagang mitra pengecer di luar pasar,” ujar Sri Muniati, saat dihubungi.
Untuk memastikan distribusi berjalan tepat sasaran dan harga tetap sesuai HET, Bulog menggandeng ribuan mitra pengecer yang tersebar di berbagai daerah di Jawa Tengah.
Sri menjelaskan, hingga kini terdapat 670 pedagang pengecer yang menjadi mitra Bulog di pasar-pasar tradisional, terutama pasar yang tergabung dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SP2KP) maupun pasar lainnya. Selain itu, terdapat 925 pengecer yang beroperasi di luar pasar tradisional.
“Sebanyak 670 pedagang pengecer sudah menjadi mitra kami di pasar-pasar tradisional, terutama pasar SP2KP maupun pasar lainnya. Di luar pasar ada 925 pengecer. Jadi total sampai sekarang ada 1.595 pengecer yang sudah bermitra dengan Bulog untuk menyalurkan Minyakita agar dijual sesuai ketentuan maksimal Rp15.700 per liter,” jelasnya.
Meski demikian, Bulog masih menemukan adanya pedagang yang menjual Minyakita di atas HET, bahkan mencapai Rp18.000 hingga Rp19.000 per liter di beberapa pasar. Temuan tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi Bulog untuk meningkatkan distribusi di wilayah yang masih mengalami kenaikan harga.
“Kami akan melakukan intervensi lagi di wilayah tersebut dengan menggandeng dinas terkait, seperti dinas perdagangan dan Satgas Saber di kabupaten/kota setempat. Informasi ini menjadi bahan penting bagi kami untuk lebih mengoptimalkan distribusi,” pungkas Sri.
Jurnalis: Rizky Syahrul
Editor: Sekar S





























