Salatiga (lingkarjateng.id) – Ramadan tak hanya dimaknai sebagai bulan ibadah, tetapi juga ruang refleksi. Polres Salatiga memanfaatkan momentum itu untuk memperkuat sinergitas sekaligus menegaskan transformasi institusi.
Kegiatan tersebut dirangkai melalui kegiatan buka puasa bersama dengan insan pers yang dilaksanakan di Joglo Satlantas, pada Rabu 25 Februari 2026.
Polres Salatiga menegaskan bahwa transformasi tidak hanya tercermin dalam program kerja. Tetapi juga dalam cara membangun keterbukaan, merawat sejarah, dan menatap masa depan dengan semangat perbaikan berkelanjutan.
Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi menyampaikan, Ramadan adalah momen tepat untuk melakukan introspeksi, termasuk bagi institusi kepolisian.
“Ramadhan mengajarkan keikhlasan dan perbaikan diri. Institusi ini juga harus terus berproses, berbenah, dan beradaptasi dengan perkembangan zaman,” kata Ade Papa.
Sebagai simbol refleksi tersebut, Kapolres memperkenalkan Museum Polres Salatiga kepada awak media. Museum itu menjadi ruang dokumentasi perjalanan panjang kepolisian di Kota Salatiga.
Sejumlah arsip sejarah, foto lintas generasi, hingga perlengkapan dan atribut dari masa ke masa tertata rapi di dalam museum. “Museum ini bukan sekadar ruang nostalgia. Museum kami buka sebagai sarana edukasi publik,” ungkap Ade Papa.
“Masyarakat dapat melihat bagaimana dinamika dan tantangan yang pernah dihadapi, sekaligus memahami proses transformasi menuju institusi yang lebih profesional dan presisi,” imbuhnya.
Sementara itu, dalam diskusi ringan tentang situasi kamtibmas selama Ramadan terlihat komunikasi yang mengalir alami. Ini menunjukkan bahwa komunikasi terbuka menjadi kunci membangun kepercayaan.
Suasana kebersamaan semakin terasa saat azan magrib berkumandang. Di tengah hidangan sederhana, terbangun komitmen bersama.
Bahwa menjaga kondusifitas wilayah bukan hanya tugas aparat, tetapi juga peran media dalam menghadirkan informasi yang menyejukkan dan mencerdaskan. ***
Jurnalis : Angga Rosha
Editor : Fian






























