KUDUS, Lingkarjateng.id – Banjir yang melanda Kabupaten Kudus hampir dua pekan terakhir menimbulkan ancaman serius bagi sektor pertanian. Ribuan hektare lahan sawah dilaporkan terendam air dan berpotensi mengalami gagal panen atau puso jika genangan tidak segera surut.
Merespons hal itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) masih melakukan pendataan intensif terhadap lahan pertanian terdampak banjir sebagai dasar pengusulan bantuan bagi petani.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sedikitnya 1.970 hektare sawah tergenang air lebih dari satu pekan.
Kepala Dispertan Kudus, Didik Tri Prasetiyo, menyampaikan bahwa proses pendataan lahan pertanian masih terus dilakukan karena situasi di lapangan dinamis.
Ia menjelaskan, sawah baru dapat dikategorikan mengalami puso apabila terendam air selama lebih dari satu pekan.
Menurutnya, sejumlah petani saat ini berupaya menyelamatkan tanaman padi dengan memompa air keluar dari lahan dan membuat saluran darurat agar genangan cepat berkurang.
Setelah pendataan selesai dan luas kerusakan diketahui secara pasti, Dispertan akan mengusulkan bantuan bagi petani terdampak.
Didik menyebut bentuk bantuan yang diusulkan berupa stimulan puso maupun benih pengganti agar petani dapat segera melakukan tanam ulang.
Menurutnya, pada tahun ini penyediaan benih menjadi opsi utama untuk mempercepat pemulihan produksi pertanian. Selain itu, petani juga didorong memanfaatkan program asuransi pertanian guna menekan kerugian akibat gagal panen.
Sementara itu, Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menegaskan bahwa banjir berdampak langsung terhadap perekonomian daerah, khususnya sektor pertanian yang menjadi penopang banyak rumah tangga.
“Kami meminta dinas terkait mempercepat inventarisasi lahan rusak agar proses pengajuan bantuan tidak berlarut.” katanya.
Ia menambahkan, Pemkab Kudus juga membuka peluang pengajuan bantuan ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah hingga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), termasuk permohonan benih padi bagi petani terdampak.
Kendati demikian, Sam’ani memastikan ketersediaan cadangan pangan daerah masih dalam kondisi aman. Ia optimistis ketahanan pangan Kudus tetap terjaga apabila proses pemulihan berjalan cepat dan petani segera kembali menanam.
“Kami berharap kolaborasi lintas instansi serta ketahanan warga menghadapi bencana dapat mempercepat pemulihan ekonomi pascabanjir.” harapnya.
Jurnalis: Mohammad Fahtur Rohman
Editor: Rosyid





























