KENDAL, Lingkarjateng.id – Di tengah cuaca ektrem hujan deras dan gelombang tinggi yang menyebabkan nelayan kesulitan untuk melaut, dana saving atau dana simpanan menjadi penopang sementara untuk memenuhi kebutuhan para nelayan di Kabupaten Kendal.
Dana saving ini merupakan dana simpanan wajib atau sukarela yang dikumpulkan dari retribusi atau iuran nelayan dan pedagang ikan yang melakukan transaksi di Tempat Pelelangan Ikan (TPI), dikelola Koperasi Unit Desa (KUD) Mina Jaya Kendal.
Penyerahan dana saving semester II tahun 2025 dilaksanakan secara simbolis oleh Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari didampingi Anggota DPRD Kendal, Muhammad Iqbal Aldila, Camat Rowosari, Mahmud Eko Saputra, Ketua KUD Mina Jaya, Pudjiharto di TPI Gempolsewu Kecamatan Rowosari, Rabu, 14 Januari 2026.
Bupati Kendal mengatakan, dana saving ini dinilai sangat membantu para nelayan di saat cuaca ekstrem yang menyebabkan nelayan tidak bisa mencari mata pencaharian mereka.
“Kondisi cuaca sekarang ini masih tidak menentu dan nelayan tidak bisa setiap hari melaut. Sehingga dana saving ini dapat menjadi dana cadangan untuk kebutuhan sehari-hari mereka,” ujar Bupati Kendal.
Bupati juga mengapresiasi KUD Nelayan Mina Jaya yang telah mengelola koperasi nelayan dengan transparan dan akuntabel. Ia juga berharap kedepan pengelolaan TPI di Kabupaten Kendal bisa lebih baik lagi.
“Harapannya kedepan pengelolaan TPI bisa lebih dioptimalkan dan seluruh nelayan bisa ikut bertransaksi di TPI,” pesannya.
Ketua KUD Mina Jaya Pudjiharto menjelaskan, pada dana saving semester II tahun 2025 ini total yang diserahkan kepada para nelayan di Kendal berjumlah Rp 129.676.519 untuk lima TPI, yakni TPI Tawang, Sendangsikucing, Tanggulmalang, Bandengan, dan Karangsari.
“Untuk TPI Tawang ini ada Rp 85.067.873. Dana saving dalam setahun ini kurang lebih sekitar Rp 260 juta yang kita bagikan dua semester yaitu semester di bulan Juni dan semester kedua di bulan Januari,” ungkapnya.
Ruswan, nelayan Desa Gempolsewu menuturkan dana saving yang diterima tergantung pada besaran transaksi lelang yang dilakukan di TPI.
“Kita terimanya tergantung banyaknya transaksi di TPI. Ya ini cukup membantu apalagi lima hari ini sudah tidak melaut karena cuacanya tidak menentu,” pungkasnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Sekar S































