PATI, Lingkarjateng.id – Hujan selama tiga hari sejak Jumat hingga Minggu, 9-11 Januari 2026, menyebabkan sejumlah wilayah di Kabupaten Pati dilanda bencana hidrometeorologi.
Banjir menggenangi puluhan desa di Kecamatan Dukuhseti, Tayu, Margoyoso, Wedarijaksa, Pati, Margorejo, Juwana, Batangan, Jakenan, Gabus, Kayen, hingga Tambakromo.
Dari sekian banyak titik lokasi banjir, Desa Bulumanis Kidul di Kecamatan Margoyoso menjadi yang terparah. Jebolnya tanggul Sungai Bago akibat tak mampu menahan debit air membuat ratusan rumah warga rusak diterjang banjir bandang.
Kapolsek Margoyoso, AKP Joko Triyanto, menjelaskan tanggul yang jebol memiliki panjang kurang lebih 25 meter. Akibat kejadian tersebut, sebanyak 297 kepala keluarga terdampak banjir, dengan total 220 rumah warga tergenang air.
Ia menyebut sebaran terdampak meliputi RT 02, 04, 05, dan 06 RW 01 serta RT 01, 02, dan 03 RW 02 Desa Bulumanis Kidul. Ketinggian air sempat merendam rumah warga hingga mengganggu aktivitas dan akses lingkungan.
“Jebolnya tanggul disebabkan debit air sungai yang meningkat drastis akibat hujan deras berkepanjangan ditambah banjir kiriman dari hulu. Dari pendataan sementara, terdapat empat rumah yang mengalami kerusakan berat, seluruhnya berada di RT 02 RW 02,” kata AKP Joko Triyanto.
Meski berdampak cukup luas, AKP Joko Triyanto memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Alhamdulillah tidak ada korban meninggal maupun luka, namun kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp300 juta,” jelasnya.
Sementara itu, di lereng Gunung Muria, longsor memutus akses jalan Kecamatan Tlogowungu ke Gunungwungkal. Sedangkan jembatan penghubung di Desa Klakahkasihan Kecamatan Gembong dan jembatan di Desa Giling Gunungwungkal terputus akibat derasnya arus sungai.
Tim dari Polsek Tlogowungu yang bergerak ke Desa Gunungsari, bekerja ekstra dengan bantuan alat berat membuka akses jalan lintas kecamatan tersebut.
“Kami mengutamakan pembukaan akses jalan terlebih dahulu karena ini jalur vital warga. Kolaborasi Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat adalah kekuatan utama dalam menghadapi situasi darurat seperti ini,” ungkapnya.
Kapolsek Tlogowungu juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan mengingat curah hujan masih tinggi.
Sebagai bentuk cepat penanggulangan kebencanaan, sejumlah alat khusus telah dikerjakan disejumlah titik bencana, termasuk water canon dari pemerintah, kepolisian, dan swasta, yang bekerjasama membersihkan lumpur sisa banjir.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Rosyid





























