SALATIGA, Lingkarjateng.id – Dua rumah mengalami kerusakan imbas longsor di Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga pada Kamis, 4 Desember 2025. Kerusakan meliputi talud ambrol, pergeseran tanah, hingga retaknya dinding rumah warga di dua lokasi berbeda.
Lokasi pertama di kawasan Sinoman Tempel, Desa Sidorejo Lor, Kecamatan Sidorejo yang menyebabkan material tanah ambles sehingga mengancam pondasi rumah dan akses lingkungan sekitar.
Titik selanjutnya di Plumpungan, Desa Kauman Kidul, Kecamatan Sidorejo. Di titik ini, longsor memicu kerusakan pada struktur dinding dan bagian belakang rumah warga, sehingga membutuhkan penanganan konstruksi yang lebih mendalam.
Wali Kota Salatiga Robby Hernawan bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda serta Kepala BPBD Salatiga yang meninjau warga terdampak longsor tersebut pun menginstruksikan segera melakukan asesmen untuk menentukan tingkat kerusakan dan kebutuhan perbaikan talud.
“Alhamdulillah, tidak ada korban dalam kejadian ini. Untuk talud yang ambrol, Dinas Perkim (DPKP) akan segera menormalisasi dan memperbaiki struktur yang terdampak agar lingkungan kembali aman,” tuturnya.
Wali Kota juga meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, seperti BPBD, DPUPR hingga DPKP, untuk memasang penahan sementara serta membersihkan material longsor untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dan percepatan penanganan longsor.
Pihaknya pun mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat intensitas hujan masih tinggi dan berpotensi memicu longsor susulan.
Pemkot Salatiga akan terus memantau kondisi lapangan dan menyiapkan langkah mitigasi bagi wilayah rawan bencana.
Dengan perbaikan talud dan evaluasi struktur bangunan, ia berharap risiko kerusakan dapat ditekan dan keamanan warga tetap terjaga selama musim penghujan.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Ulfa
































