KUDUS, Lingkarjateng.id – Dua siswa SMP 1 Jati ikut serta dalam acara Grand Final Lomba Dialog Bahasa Jawa Dialek Muria yang digelar di Hotel Griptha Kudus, Rabu, 3 September 2025. Dalam lomba tersebut, keduanya menampilkan manuskrip Serat Wulangreh berjudul Ora Jujur Kojur.
Kedua siswa dari SMP 1 Jati itu yakni Farhan Adinata Chabibi dari kelas VIII dan Dahlia Putri Lestari dari kelas VII. Mereka mengaku tertarik mengikuti lomba ini karena ingin mengenalkan budaya lokal.
Farhan Adinata Chabibi mengatakan, dirinya baru pertama kali mengikuti lomba Dialog Bahasa Jawa Dialek Muria ini. Ia mengungkapkan, keikutsertaannya dalam lomba ini membuatnya semakin mencintai bahasa daerah lokal.
“Dengan mengikuti lomba ini kami ingin melestarikan budaya lokal Jawa dan mengenalkan kepada orang-orang tentang keunikan budaya-budaya Jawa,” ungkapnya.
Ia menjelaskan manuskrip Serat Wulangreh merupakan karya sastra Jawa yang berupa macapat. Karya sastra ini dibuat oleh Sri Susuhunan Pakibuwana IV dan sudah ada sejak abad ke-17.
“Cerita yang ingin kami sampaikan melalui manuskrip ini yaitu mengingatkan untuk jangan sampai tidak jujur, harus jujur terus, karena kalau tidak jujur nanti bisa kojur atau celaka,” ungkapnya.
Sementara itu, Dahlia Putri Lestari menambahkan, untuk mengikuti lomba ini mereka sudah berlatih secara intensif selama dua bulan.
“Sebenarnya tidak ada kesulitan, tapi memang latihannya itu harus sangat medok menggunakan dialek khas Muria,” sebutnya.
Lebih lanjut, dalam penampilan di lomba ini, keduanya juga menggunakan pakaian adat Kudus. Para peserta pun menekankan dialek muria khas Kudus, seperti “gonem” yang berarti “punya mu”.
Jurnalis: Nisa Hafizhotus S
Editor: Sekar S





























