KUDUS, Lingkarjateng.id – Pasar Brayung yang berada di Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, dikeluhkan para pedagang karena sering terjadi aksi pencurian. Bahkan, dalam satu bulan terakhir ini terjadi dua kasus pencurian di kios para pedagang pasar tersebut.
Diketahui, Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Kudus telah memasang 34 kamera CCTV di Pasar Brayung. Namun, puluhan CCTV tersebut ternyata tidak membuat para para pencuri atau maling takut untuk melancarkan aksinya di pasar itu.
Kabid Pengelolaan Pasar Disdag Kabupaten Kudus, Agus Sumarsono mengaku pihaknya sudah menerima dua laporan kasus pencurian di kios pedagang Pasar Brayung dalam sebulanan ini. Kasus pencurian itu, kata dia, terjadi pada kios milik pedagang kelapa dan toko kelontong.
Agus menyebut aksi pencurian itu bahkan terjadi saat siang hari. Oleh karena itu, untuk meningkatkan keamanan di Pasar Brayung, pihaknya akan memperketat pengawasan.
“Kami akan meningkatkan keamanan di Pasar Brayung dengan menambah jadwal piket petugas pasar. Nantinya para petugas akan bergantian menjaga dan mengawasi kondisi pasar terutama di jam-jam sepi saat siang hari,” katanya di Kudus pada Selasa, 2 September 2025.
Terekam CCTV, 2 Pencuri di Toko Kelontong Pasar Brayung Kudus Masih Diburu
Ia menyebut, ada sebanyak tujuh pegawai dari Disdag Kudus yang bertugas di Pasar Brayung, terdiri dari satu orang sebagai koordinator pasar, dua orang pemungut retribusi pelayanan pasar, serta empat orang petugas kebersihan.
“Nanti dari tujuh pegawai itu, kita rencananya ada piket siang. Paguyuban pedagang juga sudah menunjuk petugas keamanan untuk sore harinya. Jadi yang pegawai nanti satu hari ada yang piket,” terangnya.
Agus berharap, dengan adanya sistem piket keamanan ini, aksi pencurian dapat ditekan dengan maksimal. Sehingga, para pedagang tidak merasa was-was lagi dan bisa berdagang dengan nyaman tanpa takut barang dagangannya raib.
“Dengan adanya CCTV juga, paling tidak penelusuran pelaku pencurian lebih mudah. Pelakunya siapa bisa kita lacak. Kalau ketemu nanti kami laporkan ke kepolisian supaya membuat efek jera dari pelaku,” tambahnya.
Jurnalis: Nisa Hafizhotus S.
Editor: Rosyid





























