JEPARA, Lingkarjateng.id – Peringatan Hari Ukir Tahun 2025 di Kabupaten Jepara akan berlangsung semarak dengan berbagai kegiatan budaya, mulai dari dialog pelestarian seni ukir hingga Lomba Cipta Karya Cinderamata Ukir Kayu Jepara. Rangkaian acara tersebut rencananya dipusatkan di Pantai Kartini Jepara pada Sabtu, 30 Agustus 2025.
Acara tersebut diharapkan akan dibuka langsung oleh Bupati Jepara, Witiarso Utomo (Mas Wiwit), dan turut dimeriahkan dengan deklarasi Paguyuban Ukir Perempuan R.A. Kartini Jepara, sebagai bentuk pemberdayaan perempuan dalam seni ukir.
Ketua Umum Yayasan Pelestari Ukir Jepara (Yayasan Peluk), Hadi Priyanto, menyampaikan bahwa peringatan Hari Ukir kali ini menjadi bagian dari agenda “Semarak Budaya 2025”. Kegiatan akan melibatkan pelajar dari berbagai jenjang, mulai dari SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA/SMK, dalam bentuk lomba ukir dan lomba mewarnai motif ukir.
“Acara ini diselenggarakan dengan dukungan dari Kementerian Kebudayaan, Pemkab Jepara dan Yayasan Dharma Bhakti Lestari, Bank Jateng, Disdikpora Jepara, Kantor Kemenag Jepara, dan Disparbud Jepara,” katanya pada Senin, 18 Agustus 2025.
Sementara itu, untuk Lomba Cipta Karya Cinderamata Ukir Kayu, Peluk Jepara mendapatkan dukungan dari Mugiyono Wakil Menteri HAM RI, Kadin Jepara, HIMKI DPD Jepara Raya, CV Aulia Jati Indofurni, PR Sukun, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jepara,” sambungnya.
Hadi menambahkan, para pemenang lomba ukir dan lomba mewarnai akan menerima piagam, trofi, dan uang pembinaan sebesar Rp 4,1 juta untuk masing-masing kategori.
“Sedangkan untuk lomba Cipta Karya Cinderamata total hadiah adalah Rp. 7,5 juta,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Hadi menjelaskan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk dukungan atas pengajuan seni ukir sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia. Sebelumnya, seni ukir Jepara dan motif khas Macan Kurung telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, masing-masing pada tahun 2015 dan 2024.
Selain itu, peringatan Hari Ukir juga merupakan bagian dari dukungan terhadap program “Jepara Mulus” yang diinisiasi oleh Bupati Witiarso Utomo, dengan pelestarian seni ukir sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah.
“Program ini perlu mendapatkan dukungan semua pihak agar ukir yang telah menjadi soko guru perekonomian daerah tetap bisa bertahan,” terangnya.
Senada dengan itu, Pendiri Yayasan Peluk, Edy Supriyanta, juga mengajak seluruh masyarakat Jepara untuk terus menjaga dan melestarikan seni ukir sebagai bagian penting dari warisan budaya bangsa.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Rosyid

































