REMBANG, Lingkarjateng.id – Di tengah banyaknya objek wisata pantai di berbagai wilayah, Pantai Indah Layur yang berlokasi di Desa Gedongmulyo, Kabupaten Rembang, tampil menonjol berkat kebersihan, akses gratis, serta pengelolaan mandiri oleh masyarakat. Wisata yang membentang hingga enam kilometer ini menjadi favorit warga lokal maupun luar daerah, terutama pada akhir pekan.
Penanggung jawab wisata Pantai Indah Layur, Rasiadi, mengatakan keunggulan utama pantai ini terletak pada kualitas airnya yang jernih dan bersih dibandingkan pantai-pantai lain di sekitarnya.
“Kalau di sini buat mandi kan cocok, airnya bening, bagus, kebersihan sampahnya alhamdulillah semua tertata dan bisa dikelola oleh anak-anak ini sampai sebagus-bagusnya,” katanya pada Jumat, 1 Agustus 2025.
Uniknya, pengunjung tidak dikenakan tiket masuk. Sejak dibuka hingga kini, Pantai Indah Layur selalu gratis untuk umum, hanya dikenai tarif parkir sebesar Rp 10.000 untuk mobil dan Rp 5.000 untuk motor.
“Bahkan untuk kegiatan seperti camping, pramuka, dan outbound pun kita berikan harga sangat terjangkau. Tidak ada tarif tetap, hanya iuran kebersihan sesuai jumlah peserta. Kalau malam, per orang Rp 10.000 itu sudah termasuk fasilitas listrik dan keamanan,” jelas Rasiadi.
Dilengkapi dengan mushola, kamar mandi umum, gazebo, dan warung-warung yang menjajakan makanan lokal, pantai ini dibuka sejak pukul 06.00 pagi dan tutup sekitar pukul 19.00 malam.
Untuk menjaga kenyamanan, pengelola aktif memantau harga makanan agar tetap terjangkau.
“Sementara warung tetap kita pantau harga, jadi harga jangan sampai over, karena jika harga tidak seimbang pantai juga akan sepi,” ujarnya.
Ia mengungkapkan ada rencana ke depan untuk menyeragamkan bentuk dan desain warung agar lebih estetik dan tidak terkesan kumuh.
Selain itu, pengelola juga berusaha menjaga keamanan para pengunjung terutama dalam hal penyewaan pelampung ban karet. Banyak ditemui kasus para penyewa terkadang mengejar pelampung ban yang terbawa angin hingga ke tengah, sehingga perlu pengawasan.
“Di sini kalau ada yang menyewakan ban, saya imbau agar ditunggu, termasuk menjamin orang yang berenang itu harus benar-benar aman. Tidak boleh menyewakan ban, terus ditinggal. Tidak boleh, saya khawatir nanti kalau menengah,” tegasnya.
Berbeda dengan banyak destinasi wisata yang bergantung pada dana pemerintah, Pantai Indah Layur dikelola secara swadaya oleh Pemerintah Deda (Pemdes) Gedongmulyo yang melibatkan warga sebagai pengurus. Seluruh sistem pengelolaan kerja dibuat dengan penanggung jawab tiap sektor seperti kebersihan, penataan pohon, hingga keuangan.
“Tiap harinya, tiap bulannya, itu ada yang bagian penataan pohon, kebersihan, penanggung jawab keuangan, yang bergeraknya di seluruh kegiatan yang ada di sini,” imbuhnya.
Dengan luas area lebih dari 5 hektare, Pantai Indah Layur memiliki potensi besar untuk digarap dan dikembangkan.
Rasiadi berharap Pantai Indah Layur bisa menjadi destinasi unggulan di Kabupaten Rembang.
“Harapan kami walaupun kita tidak narik kepada pengunjung tapi kita ingin wisata ini menjadi yang terbaik untuk Indonesia, karena dengan lokasinya yang cukup menyenangkan,” tutupnya.
Jurnalis: Lingkar Network































