KUDUS, Lingkarjateng.id – Wisatawan yang berkunjung ke Lereng Gunung Muria rasanya belum afdal jika tidak mencicipi getuk nyimut. Apalagi, kuliner ini merupakan makanan khas Desa Kajar, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, yang belum tentu ada di daerah lain.
Getuk nyimut biasanya mudah ditemui di sepanjang jalan utama Desa Kajar ketika akan menuju ke kawasan wisata Lereng Gunung Muria. Getuk ini disebut nyimut karena bentuknya yang terbilang imut atau kecil.
Sama seperti kuliner getuk lainnya, makanan khas lereng Gunung Muria ini berbahan dasar singkong. Hanya saja, bentuknya bulat-bulat dengan isian gula.
Proses pembuatannya yakni singkong yang sudah dikupas lalu dipotong-potong, dikukus, lalu dilumatkan. Selanjutnya, hasil lumatan dibentuk bola-bola, kemudian diberi isian gula lalu digoreng.
Salah satu tempat yang menjual getuk nyimut asli Desa Kajar adalah Warung Gethuk Mbah Yo. Satu porsi getuk nyimut di warung ini hanya dijual seharga Rp 10 ribu.
Salah satu penikmat kuliner asal Kabupaten Kudus, Aziz, mengaku terkesan dengan rasa getuk nyimut. Menurutnya, kudapan ini cocok sebagai cemilan saat minum kopi atau teh.
“Getuk nyimut di sini rasanya sangat cocok di lidah. Saya biasanya mengajak keluarga ke sini karena rasanya beda dengan yang ada di tempat lain,” katanya.
Pengunjung lainnya, Ryan, mengaku getuk nyimut di Warung Mbah Yo merupakan salah satu yang paling enak di Desa Kajar.
“Getuk nyimut di Warung Mbah Yo ini sangat enak. Getuknya krispi tapi rasanya lembut dan manis dari gulanya pas,” ujarnya.
Jurnalis: Nisa Hafizhotus S.
Editor: Rosyid






























