KUDUS, Lingkarjateng.id – Siswa SMP 1 Jati, Kabupaten Kudus menampilkan 29 tarian tradisional dalam ajang Gelar Karya P5 bertema “Tari Nusantara”.
Kegiatan ini menjadi puncak Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang merupakan bagian dari kurikulum merdeka.
Sembilan kelas dari VII A hingga VII I turut ambil bagian, masing-masing membawakan dua hingga tiga tarian daerah, mulai dari Aceh hingga Papua.
Kepala Sekolah SMP 1 Jati, Sumaryatun, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan proyek ketiga P5 untuk jenjang kelas VII.
Proyek P5, SMP PGRI Jati Kudus Ajak Siswa Sulap Limbah Kertas Jadi Kerajinan
Sebelumnya, para siswa melaksanakan proyek bertema Ampiang, yang mengangkat kearifan lokal sekitar, dan proyek pengolahan sampah menjadi kompos.
“Untuk proyek ketiga ini, kami angkat tema Nusantara. Anak-anak diberi kebebasan memilih tarian dari berbagai daerah, tidak hanya Jawa. Tujuannya agar mereka mengenal dan mencintai budaya Indonesia,” jelasnya pada Rabu, 25 Juni 2025.
Sumaryatun menjelaskan penilaian penampilan tari mencakup kekompakan, kostum, ekspresi, dan pemahaman terhadap filosofi tarian yang dibawakan.
“Di balik setiap gerakan tari, ada sejarah dan filosofi. Ini juga menumbuhkan rasa kebangsaan anak-anak,” ujarnya.
Kelas Wirausaha Jadi Favorit Program Kelas Inspirasi SMP 5 Kudus
Selain memperkenalkan budaya, Gelar Karya P5 juga bertujuan untuk mengasah berbagai soft skill siswa, seperti kerja sama, tanggung jawab, disiplin, serta kemampuan berdiskusi dan mengambil keputusan.
“Yang paling penting itu prosesnya. Anak-anak belajar menyamakan persepsi, latihan bersama, dan saling melengkapi. Kalau satu tidak hadir, bisa mengganggu formasi tarian,” terangnya.
Penampilan para siswa yang penuh semangat dan warna-warni kostum tradisional membuat suasana semakin meriah dan menginspirasi.
“Harapannya kegiatan ini, SMP 1 Jati bisa menanamkan nilai cinta tanah air sejak dini melalui pelestarian budaya Nusantara,” pungkasnya.
Jurnalis: Fahtur Rohman
Editor: Ulfa P






























