KENDAL, Lingkarjateng.id – Pemandangan tak biasa terlihat dalam Karnaval Kemerdekaan Kabupaten Kendal 2026 yang digelar di Kecamatan Weleri, Sabtu, 22 Agustus 2026. Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, memilih mimpin karnaval dengan naik kereta mini atau odong-odong ketimbang mengendarai kereta kencana.
Bupati yang akrab disapa Tika berada di barisan terdepan sepanjang rute karnaval, sebelum rombongan Wakil Bupati Kendal Benny Karnadi bersama Kapolres Kendal AKBP Ratna Quratul Ainy dan Dandim 0715/Kendal Letkol Inf Ade Sohali yang menggunakan jeep.
Di belakangnya, rombongan camat dan perwakilan kepala desa dari sejumlah wilayah Kendal turut mengikuti iring-iringan sebelum puluhan kontingen menampilkan atraksi seni dan budaya.
Sebanyak 30 kontingen ambil bagian dalam kegiatan yang dimulai dari Taman Kota Weleri dan berakhir di pertigaan arah Sukorejo tersebut. Ribuan warga memadati sepanjang jalur untuk menyaksikan berbagai pertunjukan seni serta potensi budaya dari sejumlah daerah di Kendal.
Dari total peserta, 20 kontingen merupakan perwakilan Dewan Kesenian dari kecamatan se-Kabupaten Kendal. Masing-masing membawa kesenian tradisional dan kekayaan budaya khas wilayahnya.
Suasana semakin meriah dengan penampilan Gema Perwira Samoedra dan Drumband PIP Semarang yang menjadi salah satu daya tarik bagi penonton.
Tika mengatakan karnaval tahunan tersebut memiliki makna lebih luas daripada sekadar agenda hiburan. Menurutnya, kegiatan itu menjadi ruang bagi pelaku seni untuk memperkenalkan sekaligus mempertahankan kekayaan budaya daerah.
“Kegiatan karnaval ini tentunya bukan hanya sebagai hiburan saja, tetapi sebagai bentuk penghargaan kepada para pahlawan yang dengan perjuangan panjangnya telah berhasil meraih kemerdekaan Indonesia. Oleh karena itu, tugas kita untuk mengisi kemerdekaan ini dengan terus membangun negeri,” ujar Tika.
Ia menambahkan, kemeriahan karnaval juga dapat menggerakkan sektor ekonomi masyarakat. Kehadiran ribuan warga menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk menawarkan produk sekaligus meningkatkan pendapatan.
“Ini juga sebagai sarana hiburan, promosi kuliner, kemudian juga pemberdayaan UMKM dan melestarikan seni budaya serta hal-hal positif yang lainnya,” terangnya.
Tika berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda yang terus berkembang sebagai ruang perayaan kemerdekaan sekaligus sarana mengenalkan keragaman seni budaya Kendal kepada masyarakat luas.
Sementara itu, Wakil Bupati Kendal, Benny Karnadi, turut mengapresiasi penyelenggaraan karnaval yang menampilkan kesenian dari 20 kecamatan. Ia menilai keberagaman pertunjukan tahun ini semakin memperkuat identitas lokal.
“Ini lebih Indonesia dan lebih mengangkat potensi lokal kita. Sehingga masyarakat menjadi lebih mengerti, ternyata di tiap-tiap kecamatan itu ada potensi-potensi, ada kesenian lokal yang masih hidup yang harus kita uri-uri dan kita lestarikan,” ujar Benny.
Menurut Benny, pengenalan seni tradisional melalui kegiatan publik seperti karnaval penting agar kebudayaan lokal tetap memiliki ruang di tengah perubahan zaman.
“Secara keseluruhan yang ditampilkan sangat bagus, dan saya lihat masyarakat juga menikmati dan senang,” pungkasnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Rosyid




























