Blora (lingkarjateng.id) – Penyerapan anggaran belanja daerah Kabupaten Blora hingga semester pertama tahun 2026 berada diposisi 51,83 persen.
Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Blora, menilai capaian tersebut masih berpeluang meningkat karena sejumlah belanja di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) belum masuk proses UPGU.
Staf Bidang Akuntansi BPPKAD Blora, Imam, mengatakan secara keseluruhan penyerapan belanja daerah sudah mencapai sekitar 51,83 persen.
Menurutnya, angka tersebut masih dapat bertambah seiring masuknya belanja yang saat ini belum diproses melalui UPGU.
“Kalau di kita terkait pencairan tidak ada kendala, namun teknis SKPD-nya di masing-masing OPD,” kata Imam, Kamis (27/8).
Sementara itu, Kabid Akuntansi BPPKAD Blora, Danang Suryo, mengatakan tren penyerapan anggaran masih terjaga dengan baik.
“Kalau melihat ini di triwulan dua pada semester pertama, trennya masih terjaga dengan baik,” ujar Danang.
Meski demikian, Danang mengakui penyerapan anggaran tergantung teknis di masing-masing OPD. “OPD itu karakternya sendiri – sendiri, kita hanya merekam data realisasi,” tegasnya.
Dia kembali menegaskan kondisi penyerapan tahun ini sejauh yang dilihat tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. “Di tahun kemarin penyerapan anggaran dengan sekarang kayaknya tidak jauh-jauh dari sebelumnya,” Danang melanjutkan.
Terpisah, Kepala BPPKAD Kabupaten Blora, Pitoyo Trusingtyas Sarodjo menyebut capaian penyerapan anggaran Tahun 2026 ini sudah cukup baik. Ia juga menyatakan realisasi anggaran akan terus bertambah. “Ya optimis,” tegas Pitoyo. ***
Jurnalis : Hanafi
Editor : Redaksi






























