REMBANG, Lingkarjateng.id – Rumah milik warga Desa Logung, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang, ludes terbakar pada Rabu, 8 Juli 2026 malam. Kebakaran diduga dipicu pembakaran kotoran sapi yang kemudian merembet hingga bangunan rumah.
Rumah semi permanen berukuran 10×11 meter itu diketahui milik Sumindar (68). Laporan kebakaran diterima petugas BPBD Rembang pada pukul 23.14 WIB dari Polsek Sumber.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Rembang, M. Luthfi Hakim, mengatakan tiga armada pemadam diberangkatkan menuju lokasi kejadian usai menerima laporan tersebut.
“Petugas menerima laporan pukul 23.14 WIB, berangkat menuju lokasi pukul 23.17 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 23.44 WIB. Proses pemadaman berlangsung hingga api berhasil dipadamkan pada pukul 02.17 WIB, kemudian dilanjutkan dengan pendinginan agar tidak muncul titik api baru,” ujar M. Luthfi Hakim.
Berdasarkan keterangan saksi, sekitar pukul 23.00 WIB anak pemilik rumah terbangun dan melihat kobaran api di bagian belakang rumah. Ia kemudian membangunkan orang tuanya agar segera menyelamatkan diri.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung berteriak meminta bantuan dan berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.
Perangkat Desa Logung selanjutnya menghubungi Polsek Sumber yang kemudian meneruskan laporan kepada petugas Damkar BPBD Rembang.
Dalam proses pemadaman, BPBD Rembang mengerahkan satu unit mobil Brandweer dan dua unit tangki pemadam dengan total empat ritasi air. Sejumlah unsur turut membantu penanganan di lokasi, di antaranya Koramil Sumber, Polsek Sumber, Kecamatan Sumber, Perangkat Desa Logung, Redkar, serta warga setempat.
Luthfi menambahkan, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun, rumah semi permanen milik korban mengalami kerusakan berat hingga kerugian diperkirakan mencapai Rp200 juta.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan pembakaran terbuka, termasuk membakar kotoran sapi atau sampah. Pastikan api benar-benar padam dan jangan ditinggalkan tanpa pengawasan karena berpotensi memicu kebakaran, terutama saat cuaca kering,” pungkasnya.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Sekar






























