REMBANG, Lingkarjateng.id – Jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Rembang hingga tahun 2026 tercatat mencapai lebih dari 2.000 orang. Ribuan warga tersebut bekerja di berbagai negara dengan Taiwan, Singapura, dan Malaysia menjadi tujuan utama.
Kepala Bidang Pembinaan, Pengembangan dan Pelatihan Tenaga Kerja (P3TK) Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinnaker) Rembang, Dwi Septina Rahayu, mengatakan terdapat dua wilayah yang menjadi kantong PMI di Kabupaten Rembang, yakni Desa Manggar di Kecamatan Sluke dan Desa Pandangan di Kecamatan Kragan.
“Di Kecamatan Sluke ada Desa Manggar, sedangkan di Kecamatan Kragan ada Desa Pandangan. Dua desa tersebut menjadi wilayah yang cukup banyak mengirim PMI,” ujarnya, Kamis, 18 Juni 2026.
Dwi menjelaskan, pemerintah daerah memiliki peran dalam melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap PMI mulai dari sebelum keberangkatan, saat bekerja di negara tujuan, hingga proses pemulangan.
Menurutnya, pendampingan juga diberikan ketika terjadi permasalahan yang menimpa PMI, baik yang berangkat melalui jalur resmi maupun tidak resmi.
“Pemulangan yang dimaksud ketika terjadi kecelakaan ataupun hal lain terhadap PMI, baik yang legal maupun yang ilegal,” jelasnya.
Untuk mendukung perlindungan PMI, Dinperinnaker Rembang terus menjalin koordinasi dengan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) serta sejumlah kementerian terkait.
“Kami selalu berkomunikasi dengan BP2MI di bawah Kementerian P2MI. Jadi kerja sama dilakukan secara lintas sektoral dari berbagai kementerian, termasuk Kementerian Luar Negeri untuk proses pemulangan PMI, baik yang legal maupun yang ilegal,” terangnya.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Rosyid





























