Pekalongan (lingkarjateng.id) – Pemerintah Kota Pekalongan menetapkan tiga fokus utama dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2027 yakni terhadap penanganan persampahan, pembangunan infrastruktur, serta perlindungan sosial.
Rancangan anggaran tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Pekalongan Balgis Diab mewakili Wali Kota Achmad Afzan Arslan Djunaid dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Pekalongan di Gedung Diklat, Senin (14/9/2026) malam.
Pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp861,089 miliar atau turun 1,66 persen, sementara belanja daerah diproyeksikan Rp872,839 miliar. Meski demikian, program unggulan yang menyentuh langsung masyarakat tetap menjadi prioritas.
Bidang kesehatan melalui jaminan UHC dengan akses berobat cukup KTP, bantuan perbaikan rumah tidak layak huni, beasiswa tenaga pendidik dan tenaga kesehatan, serta bantuan perlengkapan sekolah bagi anak yatim dan keluarga rentan tetap dialokasikan.
“Program kesehatan, perbaikan rumah tidak layak huni, beasiswa guru dan tenaga kesehatan, serta bantuan bagi anak yatim dan warga rentan tetap menjadi perhatian utama kami,” ujar Balgis.
Di bidang infrastruktur, anggaran diarahkan untuk pemeliharaan jalan kota dan lingkungan, serta pengendalian banjir melalui pengadaan tanah dan pembangunan stasiun pompa. Pembangunan fasilitas keagamaan juga tidak luput dari perhatian.
Sementara itu, penanganan sampah menjadi fokus strategis. Pemkot menyiapkan anggaran pembebasan tanah guna mempercepat pembangunan Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) agar pengelolaan sampah ke depan dapat berjalan optimal tanpa kendala lahan.
“Penanganan sampah tetap menjadi prioritas serius. Kami siapkan anggaran pembebasan tanah agar proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik segera berjalan lancar dan tidak terkendala lahan,” jelasnya.
Ketua DPRD Kota Pekalongan M. Azmi Basyir menyampaikan pihaknya akan mendorong efisiensi anggaran agar program prioritas dapat terlaksana secara maksimal.
Ia juga berharap alokasi transfer ke daerah dapat ditingkatkan sehingga ruang fiskal semakin luas, termasuk untuk rencana pembangunan kolam renang yang akan dilaksanakan secara bertahap dalam beberapa tahun anggaran.
“Kami harap dukungan transfer ke daerah membaik sehingga ruang fiskal semakin luas untuk mendukung berbagai program masyarakat, termasuk kesehatan, pendidikan, persampahan, serta pembangunan kolam renang bertahap,” tegas Azmi.
Rancangan anggaran selanjutnya akan dibahas bersama antara DPRD dan Pemerintah Kota hingga nantinya ditetapkan menjadi APBD Tahun Anggaran 2027. Masyarakat pun diharapkan turut memberikan masukan dan dukungan agar kebijakan anggaran yang dihasilkan semakin berpihak pada kepentingan rakyat.
“RAPBD 2027 akan terus dibahas hingga ditetapkan menjadi APBD. Kami harap dukungan dan masukan masyarakat terus mengalir agar anggaran ini benar-benar bermanfaat bagi warga Kota Pekalongan,” tukasnya. ***
Jurnalis : Fahri Akbar
Editor : Adi Arfian































