KAB. SEMARANG, Lingkarjateng.id – Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, mengungkapkan bahwa Kabupaten Semarang turut mengikuti kegiatan panen raya serentak di 14 provinsi bersama Presiden Prabowo Subianto.
“Untuk Kabupaten Semarang, kemarin dilakukan di Desa Tawang, di Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, di mana kami bersama forkopimda dan jajaran lain juga melakukan panen raya padi tersebut, artinya kami pun menjadi bagian dari program Bapak Presiden Prabowo Subianto,” kata Ngesti pada Minggu, 13 April 2025.
Ngesti menjelaskan hasil panen raya di Desa Tawang tersebut mencapai 8,02 ton untuk produktivitas lahan 1 hektare.
Menurutnya, capaian hasil panen tersebut tidak lepas dari berbagai program ketahanan pangan yang telah dijalankan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang dalam tiga tahun terakhir.
“Kita juga memaksimalkan kaitannya dengan program ketahanan pangan, baik dana yang bersumber dari pemerintah pusat, dari pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan juga anggaran dari kami sendiri Kabupaten Semarang. Termasuk juga dana desa dan sebagian CSR,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang, Moh. Edy Sukarno, mengungkapkan potensi panen di Desa Tawang dalam minggu ini sekitar 15 hektare.
Ia menyatakan bahwa potensi panen padi di bulan April tahun 2025 ini ada 4.283 hektare, sedangkan dari bulan Januari hingga April ada 12.764 hektare.
“Sementara untuk lahan baku sawah (LBS) di tahun 2024 lalu, ada 19.520,58 hektare dengan realisasi di tahun 2025 untuk gabah kering panen (GKP) targetnya 500 ton. Namun untuk realisasinya ada di angka 731,95 ton, ini mengalami kenaikan sebesar 146 persen,” bebernya.
Sementara untuk beras, target di bulan April 2025 ini ada 5.000 ton, dengan realisasi mencapai 442,4 ton.
Menurutnya, salah satu faktor tingginya hasil panen di Kabupaten Semarang karena banyaknya program yang dijalankan Pemkab Semarang.
“Memang sejak tahun 2024 lalu, sejumlah Balai Penyuluh Pertanian (BPP) yang ada di Kabupaten Semarang sudah dibelikan berbagai jenis alat dan mesin pertanian modern (alsintan). Seperti contoh, transplanter, drone khusus untuk pemupukan dan pengendali hama, mini combine, cultivator dan lain sebagainya,” tandasnya. (Lingkar Network | Hesty Imaniar – Lingkarjateng.id)































