SALATIGA, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga menargetkan seluruh pondok pesantren di kota ini terbebas dari tuberkulosis (TB) pada tahun 2026. Sebanyak 43 pondok pesantren dengan total 4.745 santri menjadi fokus program skrining, edukasi, dan pencegahan penyakit yang saat ini menjadi prioritas nasional tersebut.
Wali Kota Salatiga Robby Hernawan mengatakan, lingkungan pesantren memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi terhadap penularan penyakit menular karena para santri tinggal secara berkelompok dalam satu kawasan.
Karena itu, keberadaan kader pos kesehatan pesantren (Poskestren) dinilai menjadi ujung tombak dalam upaya deteksi dini dan pencegahan penyebaran penyakit.
“Santri termasuk kelompok berisiko tinggi karena tinggal berkelompok dan aktivitasnya padat. Kader Poskestren adalah garda terdepan. Jika kadernya kuat dan sigap, maka deteksi dini berjalan, pencegahan berjalan, dan rujukan ke puskesmas menjadi lebih cepat,” kata Robby saat membuka seminar Tuberkulosis dan Penguatan Kader Poskestren di Ruang Kaloka, Kantor Setda Kota Salatiga, Rabu, 10 Juni 2026.
Selain memperkuat upaya skrining, Pemkot Salatiga juga mendorong edukasi untuk menghilangkan stigma terhadap penderita TBC. Menurut Robby, dukungan lingkungan sangat penting agar pasien menjalani pengobatan hingga tuntas.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Salatiga Prasit Al Hakim menyatakan, penguatan kapasitas kader kesehatan di lingkungan pesantren menjadi langkah penting untuk mendukung target pengentasan TBC yang dicanangkan pemerintah pusat.
“Saat ini Kementerian Kesehatan menempatkan pengentasan TB sebagai program prioritas nasional. Karena itu kami ingin memastikan seluruh pesantren di Kota Salatiga mampu melakukan deteksi dini, pencegahan, dan pendampingan pengobatan secara optimal,” ujarnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, pengasuh pesantren dan kader Poskestren, pihaknya menargetkan seluruh pesantren bebas dari TBC sekaligus penyakit kulit yang kerap muncul di lingkungan asrama.
“Dari total 43 pesantren yang ada di Kota Salatiga, kami menargetkan tahun ini seluruhnya bebas TB sekaligus penyakit kulit. Karena itu penguatan kader kesehatan menjadi sangat penting,” tandasnya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Sekar































