PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Sukirman mengusulkan pembangunan infrastruktur strategis sekaligus mendorong peningkatan investasi guna mendukung pengembangan sektor pariwisata.
Usulan tersebut disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 di Pendopo Ki Gede Sebayu, Kota Tegal, Senin, 22 Juni 2026 pagi.
Sukirman menekankan pentingnya dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menarik investor ke Kabupaten Pekalongan. Menurutnya, masuknya investasi akan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah serta memperkuat sektor pariwisata sebagai salah satu potensi unggulan.
“Kami meminta dukungan Pak Gubernur untuk ikut menarik investor. Jika investasi masuk, tentu akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat sektor pariwisata,” ujar Sukirman.
Dalam forum tersebut, ia juga mengusulkan sejumlah pembangunan infrastruktur prioritas, khususnya peningkatan akses jalan menuju destinasi wisata. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pembangunan dan peningkatan jalan dari Exit Tol Bojong menuju Kajen hingga Paninggaran.
“Peningkatan jalan ini penting untuk mendukung akses menuju objek wisata di Paninggaran,” jelasnya.
Selain itu, Pemkab Pekalongan juga mengusulkan percepatan perbaikan ruas jalan dan jembatan di wilayah Petungkriyono yang sebelumnya terdampak banjir. Perbaikan tersebut diharapkan segera dilakukan oleh Pemerintah Provinsi guna mendukung konektivitas dan aktivitas masyarakat.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa Musrenbang kali ini merupakan putaran terakhir dari rangkaian rembuk pembangunan bersama seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
“Usulan sebenarnya sudah tercatat dalam dokumen Musrenbang, namun forum ini penting untuk menyerap aspirasi dan melakukan brainstorming,” katanya.
Ia menambahkan, saat ini pembangunan dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari tekanan fiskal, keterbatasan anggaran, hingga dinamika geopolitik global yang berdampak hingga ke daerah. Oleh karena itu, diperlukan penentuan skala prioritas serta penguatan kolaborasi lintas sektor.
Ke depan, Jawa Tengah diarahkan untuk memperkuat posisinya sebagai pusat industri padat karya sekaligus mendorong munculnya pusat-pusat ekonomi baru, termasuk di wilayah eks-Karesidenan Pekalongan.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan APBD dan transfer daerah. Seluruh kabupaten dan kota harus mampu menggali potensi wilayah masing-masing untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi baru. Khusus wilayah eks-Karesidenan Pekalongan, kita ingin menjadi daerah pertumbuhan baru yang mampu memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan Jawa Tengah,” tegasnya.
Di sisi lain, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Mohammad Saleh menegaskan komitmen legislatif dalam mendukung kebijakan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
“Kami mendukung penguatan ekonomi kerakyatan dan pariwisata berkelanjutan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru,” ungkapnya.
Ia optimistis wilayah eks-Karesidenan Pekalongan memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah di masa mendatang.
“Kami berharap forum ini melahirkan gagasan dan langkah konkret untuk menjawab tantangan ekonomi sekaligus memperkuat pembangunan daerah,” pungkasnya.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Sekar






























