KENDAL, Lingkarjateng.id – Tradisi Merti Desa di Desa Purworejo, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal, untuk pertama kali digelar. Selain menjadi momentum untuk mengungkapkan rasa syukur, kegiatan tersebut juga berlangsung meriah dengan menghadirkan Majelis Al Muqorrobin dan penyanyi dangdut Mutik Nida.
Merti Desa merupakan tradisi yang masih dijaga dan menjadi momentum bagi warga untuk bersama-sama memanjatkan doa sekaligus mengungkapkan rasa syukur atas berbagai nikmat, rezeki, kesehatan, serta hasil bumi yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Esa.
Rangkaian kegiatan juga menjadi sarana untuk memohon keberkahan bagi desa dan seluruh masyarakat. Warga berharap Desa Purworejo senantiasa diberikan keselamatan, ketenteraman, kesehatan, serta kelancaran rezeki.
Kepala Desa Purworejo, Ahmad Zaeni, Minggu malam, 9 Agustus 2026 mengatakan Merti Desa akan menjadi kegiatan tahunan. Kegiatan ini memiliki nilai sosial, keagamaan, dan budaya yang penting bagi masyarakat.
“Merti Desa ini merupakan bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT atas segala nikmat dan rezeki yang diberikan kepada masyarakat. Kami juga bersama-sama berdoa agar seluruh warga Desa Purworejo diberikan keselamatan, ketentraman dan keberkahan,” ujar Ahmad Zaeni.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi. Masyarakat dari berbagai kalangan dapat berkumpul, berdoa dan menikmati rangkaian acara dalam suasana penuh kebersamaan.
“Kami ingin tradisi ini menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan kerukunan masyarakat. Guyub rukun dan gotong royong harus terus kita jaga,” katanya.
Salah satu rangkaian utama Merti Desa Purworejo adalah kegiatan pengajian dan doa bersama. Kehadiran Majelis Al Muqorrobin memberikan nuansa religius dalam rangkaian tradisi tersebut.
Warga bersama-sama mengikuti lantunan sholawat dan doa sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon keberkahan, keselamatan, serta ketenteraman bagi Desa Purworejo.
Sebelum kegiatan keagamaan, masyarakat juga disuguhi hiburan rakyat. Penyanyi dangdut Mutik Nida hadir sebagai salah satu bintang tamu yang ikut memeriahkan perayaan Merti Desa.
Penampilan tersebut mendapat antusiasme masyarakat. Warga menikmati hiburan bersama keluarga dan tetangga sehingga suasana perayaan semakin semarak.
Ahmad Zaeni berharap Merti Desa dapat terus dilestarikan oleh generasi berikutnya. Menurutnya, di tengah perkembangan zaman, tradisi lokal tetap penting sebagai bagian dari identitas dan kebersamaan masyarakat.
“Harapan kami, Merti Desa ini terus dilestarikan. Bukan hanya kemeriahannya, tetapi yang paling penting adalah nilai syukur, doa, silaturahmi, gotong royong dan kerukunan yang terkandung di dalamnya,” pungkasnya.
Jurnalis: Unggul Priambodo
































