JEPARA, Lingkarjateng.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara meminta pemerintah desa dan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir selama musim hujan 2026-2027.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jepara, Sekar Ayu, mengimbau pemerintah desa, BPD, dan lembaga kemasyarakatan mengaktifkan kembali tim relawan penanggulangan bencana desa (Destana). Desa juga diminta memastikan nomor kontak darurat dapat dihubungi selama 24 jam.
“Pemerintah desa perlu melakukan pemetaan ulang titik rawan genangan, luapan sungai, dan tanggul yang berpotensi jebol. Pemeriksaan infrastruktur serta saluran air juga harus dilakukan untuk memastikan fungsinya tetap optimal,” ujarnya.
BPBD juga mendorong pemerintah desa mengoordinasikan pembersihan drainase, memangkas pohon rawan tumbang, serta memeriksa kelayakan pompa air dan pintu air.
“Jika ada sarana evakuasi seperti perahu karet dan pelampung juga harus dipastikan siap digunakan,” tuturnya.
Selain itu, balai desa, tempat ibadah, maupun sekolah perlu disiapkan sebagai lokasi pengungsian sementara.
Pemerintah desa juga diminta berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan BPBD untuk memastikan ketersediaan logistik darurat berupa makanan siap saji, selimut, dan obat-obatan. (adv)
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Ulfa































