KENDAL, Lingkarjateng.id – Memasuki musim penghujan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kendal mulai meningkatkan kegiatan pembersihan lingkungan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi banjir.
Aksi bersih lingkungan tersebut melibatkan Satgas Kebersihan dan Satgas Sungai DLH Kendal. Salah satu titik yang menjadi sasaran kegiatan berada di aliran sungai Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kendal, Jumat, 30 Oktober 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kendal, Alfebian Yulando, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, agar seluruh organisasi perangkat daerah memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.
“Karena sekarang sudah mulai memasuki musim penghujan, kami bersama teman-teman akan memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan membersihkan aliran sungai hingga taman-taman, terutama di wilayah Pantura Kendal. Hari ini kita membersihkan sungai di Kelurahan Ketapang,” ujar pria yang akrab disapa Febi.
Sebelum petugas diterjunkan ke lapangan, DLH terlebih dahulu menggelar apel untuk menyampaikan arahan sekaligus mendengarkan kebutuhan para anggota satgas.
Febi menyebut sejumlah petugas menyampaikan kebutuhan peralatan, mulai dari sepatu bot, gunting, jas hujan, hingga perlengkapan pendukung lainnya.
“Tadi teman-teman menyampaikan kebutuhan perlengkapan kerja, di antaranya sepatu bot, gunting, jas hujan, serta peralatan pendukung lainnya. Ini menjadi langkah awal yang kami lakukan sesuai petunjuk Ibu Bupati. Kami juga ingin memastikan teman-teman satgas memiliki perlengkapan yang memadai agar kegiatan pembersihan bisa berjalan maksimal,” terangnya.
Ia menjelaskan, untuk tahap awal DLH Kendal memusatkan kegiatan pembersihan di kawasan perkotaan. Wilayah tersebut nantinya diharapkan menjadi contoh bagi pelaksanaan program serupa di kecamatan lain.
Sekitar 40 personel Satgas Kebersihan diterjunkan untuk menyisir sejumlah lokasi dan membersihkan sampah yang berpotensi mengganggu aliran sungai. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung secara berkala sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan.
“Setidaknya ada sekitar 40 satgas kebersihan yang kami terjunkan untuk menyisiri sejumlah wilayah dan membersihkan aliran sungai. Kegiatan ini akan terus kami lakukan secara rutin,” tegas Febi.
Selain mengintensifkan kegiatan di lapangan, DLH Kendal juga menyiapkan layanan pengaduan masyarakat bertajuk Lapor Sampah. Layanan ini diharapkan mempermudah warga menyampaikan laporan terkait persoalan sampah sehingga penanganannya dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Di samping mengandalkan kegiatan pembersihan oleh petugas, DLH Kendal menilai keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga kebersihan lingkungan. Warga diimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai yang dapat menyebabkan penyumbatan aliran air.
Febi mengingatkan penumpukan sampah di sungai berpotensi memperparah kondisi ketika hujan deras mengguyur dan debit air meningkat. Menurutnya, upaya pencegahan banjir tidak cukup hanya dilakukan melalui pembersihan, tetapi juga membutuhkan perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.
“Kami mengimbau masyarakat agar senantiasa menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah ke sungai. Sampah yang menumpuk bisa menyumbat aliran air dan menyebabkan banjir. Karena itu, menjaga kebersihan sungai merupakan tanggung jawab kita bersama,” tutupnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Muslichul Basid
































