SALATIGA, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kota Salatiga mendorong pedagang pasar tradisional merambah penjualan online atau daring untuk memperluas pemasaran dan mengikuti perubahan pola belanja masyarakat
Wali Kota Salatiga Robby Hernawan menilai perkembangan teknologi telah mengubah kebiasaan masyarakat dalam berbelanja. Kondisi ini menuntut pedagang pasar tradisional untuk beradaptasi agar tidak tertinggal dalam persaingan perdagangan yang semakin mengandalkan platform digital.
“Pedagang pasar merupakan salah satu ujung tombak penggerak perekonomian rakyat. Namun, kita juga menyadari bahwa perkembangan teknologi telah membawa perubahan besar dalam pola belanja masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima pada Jumat, 30 Oktober 2026.
Menurutnya, pasar tradisional tidak boleh hanya menjadi tempat transaksi secara langsung. Pedagang juga harus mulai memanfaatkan ruang digital untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.
“Kami berharap pedagang mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana pemasaran, memperluas jangkauan penjualan, serta meningkatkan daya saing usaha,” kayanya.
Selain mendorong digitalisasi pasar, Pemkot Salatiga juga meluncurkan empat inovasi. Pertama, SIPASAR RESIK untuk penguatan pengelolaan dan promosi pasar berbasis data digital, S-CORPU BERIMAN untuk peningkatan kompetensi ASN.
Kemudian, SI-PEDAL untuk memperkuat penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta SMART WASTE ECO-LINK RW SUKSES untuk pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.
Keempat inovasi tersebut digagas Kepala Dinas Perdagangan Agung Pitoyo, Kepala BKPSDM Jumiarto, Kepala DP3APPKB Suparli, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Yunus Juniadi.
Peluncuran inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Salatiga mendorong perubahan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Ulfa
































