KAB. SEMARANG, Lingkarjateng.id – Aparat kepolisian menyelidiki dugaan perampokan yang terjadi di Konter Royal Phone Pusat HP & Aksesoris di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis, 6 Agustus 2026.
Selain kondisi toko yang ditemukan berantakan dan sejumlah telepon genggam dilaporkan hilang, pemilik konter hingga kini juga belum diketahui keberadaannya.
Hingga Kamis malam, lokasi kejadian masih dipasangi garis polisi dan menjadi lokasi olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah personel dari Polres Semarang dan Polda Jawa Tengah terlihat melakukan pemeriksaan untuk mengungkap penyebab serta kronologi peristiwa tersebut.
Salah seorang saksi, Nurul, mengatakan kejadian mulai diketahui sekitar pukul 13.30 WIB. Kecurigaan muncul setelah toko yang biasanya telah beroperasi sejak pagi masih dalam keadaan tertutup, sementara pemilik konter tidak dapat dihubungi.
“Karyawan konter ponsel ini pada curiga, kok toko belum buka padahal sudah siang, bahkan pemilik konter Royal Phone, yaitu Candra, saat dihubungi juga tidak merespon, ponselnya tidak aktif,” ungkapnya.
Karena tidak memperoleh respons, para karyawan bersama warga kemudian mendobrak pintu toko. Setelah masuk ke dalam, mereka mendapati kondisi ruangan telah berantakan dan seluruh telepon genggam yang sebelumnya berada di dalam konter dilaporkan sudah tidak ada.
Selain itu, pemilik konter bernama Candra juga belum ditemukan. Mobil Honda Jazz berwarna hitam miliknya yang biasanya terparkir di lokasi juga tidak berada di tempat.
Di lokasi kejadian juga ditemukan kamera CCTV dalam kondisi telah dilepas. Berdasarkan rekaman video amatir yang beredar, terlihat bercak darah di dalam konter. Namun hingga kini belum dapat dipastikan asal maupun pemilik bercak darah tersebut.
Kapolsek Ambarawa, AKP Ririh Widiastuti, membenarkan bahwa kasus tersebut masih dalam penanganan aparat kepolisian.
“Anggota Satreskrim Polres Semarang sedang mendalami kasus tersebut,” ujarnya.
Hingga berita ini ditayangkan, polisi masih melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi untuk mengungkap dugaan tindak pidana tersebut, termasuk menyelidiki keberadaan pemilik konter yang masih belum diketahui.
Jurnalis: Hesty Imaniar
Editor: Rosyid
































