REMBANG, Lingkarjateng.id – Kebakaran hebat melanda sebuah kandang ayam di Dukuh Ngumpleng, Desa Waru, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, Jumat, 28 Agustus 2026 dini hari. Sebanyak sekitar 35.000 ekor ayam berusia 14 hari mati terpanggang dalam peristiwa tersebut.
Kebakaran menghanguskan kandang ayam milik Sutrini (55), warga Kelurahan Magersari, Kecamatan Rembang, yang memiliki luas sekitar 876 meter persegi. Total kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp2,5 miliar.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Rembang, Emanuel Risangsoko, melalui Sekretaris Dinas BPBD Rembang M. Luthfi Hakim mengatakan, laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 03.45 WIB.
“Laporan masuk pukul 03.45 WIB. Petugas langsung menuju lokasi pada pukul 03.48 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 04.04 WIB,” katanya.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman untuk mengendalikan api agar tidak semakin meluas. Proses pemadaman berlangsung cukup lama karena terdapat tumpukan sekam padi yang ikut terbakar.
“Pemadaman membutuhkan waktu lebih lama karena salah satu objek yang terbakar adalah tumpukan sekam padi,” jelasnya.
Petugas kemudian melakukan pengecekan dan penyisiran di area kandang untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan. Setelah kondisi dinyatakan aman, petugas memberikan edukasi kepada pihak terkait sebelum meninggalkan lokasi.
Pemadaman baru dinyatakan selesai sekitar pukul 07.58 WIB. Tim kemudian kembali ke posko dan tiba sekitar pukul 08.19 WIB.
Dalam penanganan kebakaran tersebut, BPBD mengerahkan 1 unit mobil pemadam kebakaran, 3 unit tangki suplai Damkar, serta 1 unit tangki suplai BPBD. Selain itu, di lokasi juga tersedia suplai tandon air dengan kapasitas mencapai 105.000 liter.
Berdasarkan laporan awal, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik yang berasal dari blower di dalam kandang. Namun, penyebab tersebut masih berdasarkan dugaan awal di lapangan.
“Penyebab sementara diduga korsleting listrik dari blower,” ungkap Luthfi.
Selain personel Bidang Damkar BPBD dan Tim Reaksi Cepat (TRC) Bidang KLRR BPBD, proses penanganan juga melibatkan penyuluh lapangan PT CIO MAS ADI SATWA (Japfa Group) serta sejumlah karyawan.
Pihaknya pun mengimbau masyarakat, khususnya pengelola peternakan, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap instalasi listrik dan peralatan penunjang kandang, termasuk blower, guna mencegah kejadian serupa.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Sekar































