DEMAK, Lingkarjateng.id – Kebakaran melanda Pasar Sedo di Desa Sedo, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, Senin malam, 24 Agustus 2026. Sebanyak 62 kios terdampak dengan kerugian materi diperkirakan mencapai Rp1,2 miliar.
Kapolsek Demak, Iptu Rudi Tri Sayogo, mengatakan kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 WIB.
Mengetahui adanya kebakaran, warga bersama penjaga pasar berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Perangkat Desa Sedo kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pemadam kebakaran, BPBD, dan Kepolisian.
“Petugas langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dan berkoordinasi dengan Damkar, BPBD serta PLN. Langkah ini dilakukan untuk mencegah api meluas ke bangunan di sekitar pasar,” kata Iptu Rudi.
Dalam kejadian tersebut, sedikitnya 62 kios berukuran sekitar 2×3 meter terdampak kebakaran. Dari jumlah tersebut, sebanyak 34 kios diketahui ditempati pedagang.
Kios-kios tersebut menggunakan berbagai material, di antaranya atap asbes dan galvalum, rangka holo, konstruksi besi baja, serta sekat dari kayu dan triplek. Kebakaran mengakibatkan kerusakan pada bangunan kios dan barang dagangan milik pedagang.
“Kurang lebih 62 kios terbakar dengan ukuran sekitar 2×3 meter per kios. Kios tersebut terbuat dari atap asbes dan galvalum, rangka holo, konstruksi besi baja, serta sekat tiap kios dari kayu dan triplek. Dari jumlah tersebut, 34 kios ditempati,” jelasnya.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian materi ditaksir mencapai Rp1,2 miliar, terdiri atas kerugian bangunan sekitar Rp700 juta dan barang dagangan sekitar Rp500 juta.
“Untuk kerugian ditaksir sekitar Rp1,2 miliar,” ujarnya.
Dalam proses pemadaman, petugas mengerahkan empat unit mobil tangki suplai BPBD, dua unit mobil tangki suplai Damkar, serta dua unit mobil pemadam kebakaran Kabupaten Demak.
“Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 01.15 WIB,“ katanya.
Iptu Rudi mengatakna pihaknya masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kebakaran. Meski demikian, dugaan sementara kebakaran dipicu korsleting listrik.
“Untuk penyebab kebakaran masih kami dalami. Dugaan sementara berasal dari korsleting listrik,” pungkas Iptu Rudi.
Jurnalis: M. Burhanuddin Aslam
Editor: Rosyid































