SEMARANG, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang resmi membuka gedung baru Perpustakaan Kota Semarang yang berlokasi di Jalan Setiabudi Nomor 108. Meskipun operasionalnya belum berjalan secara penuh, masyarakat sudah dapat memanfaatkan fasilitas tersebut sebagai ruang membaca.
Keberadaan gedung baru ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang publik yang lebih representatif sekaligus memperkuat budaya literasi di Kota Semarang.
Ke depan, perpustakaan tersebut akan dikembangkan menjadi pusat literasi yang tidak hanya menyediakan koleksi buku, tetapi juga ruang diskusi dan kolaborasi bagi berbagai komunitas.
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang, Nur Huda Iskandar, mengatakan masyarakat telah diperbolehkan mengakses gedung perpustakaan untuk membaca dan memanfaatkan sejumlah fasilitas yang tersedia.
“Masyarakat sudah bisa datang untuk membaca dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia. Ke depan, perpustakaan ini tidak hanya menjadi tempat membaca buku, tetapi juga pusat literasi, diskusi, dan kolaborasi berbagai komunitas,” ujarnya, Rabu, 5 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, pihaknya juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, di antaranya co-working space, ruang diskusi, serta kafe untuk menunjang aktivitas pengunjung.
Selain itu, berbagai kegiatan literasi akan diselenggarakan secara berkala, seperti bedah buku, kelas menulis, storytelling, tantangan membaca, hingga beragam aktivitas kreatif lainnya.
Menurut Nur Huda, lokasi gedung yang berada di kawasan Jalan Setiabudi dinilai strategis dan mudah dijangkau masyarakat.
Ia menyampaikan Pemkot Semarang juga tengah mengupayakan penambahan titik pemberhentian Bus Rapid Transit (BRT) di sekitar lokasi guna meningkatkan kemudahan akses bagi pengunjung.
“Operasional secara penuh kami targetkan berjalan pada pertengahan 2027 setelah penyelesaian interior dan seluruh fasilitas pendukung selesai,” katanya.
Salah seorang pengunjung, Berliana Valencia, mahasiswi Universitas Negeri Semarang, menyambut positif hadirnya gedung baru perpustakaan. Menurutnya, fasilitas yang tersedia sudah cukup mendukung kegiatan belajar dan mencari referensi.
“Koleksi bukunya sudah cukup lengkap, tempatnya nyaman, dan lokasinya strategis. Semoga nanti ditambah plang atau penunjuk arah supaya masyarakat lebih mudah menemukan lokasi perpustakaan,” ungkap Berliana.
Jurnalis: Syahril Muadz
Editor: Rosyid
































