SEMARANG, Lingkarjateng.id – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang resmi berakhir pada Sabtu malam, 19 September 2026. Selama penyelenggaraan, ribuan peserta dari berbagai penjuru Indonesia mengikuti rangkaian agenda yang berlangsung sejak 11 September 2026.
Sebanyak 2.242 peserta dari 37 provinsi tercatat ambil bagian dalam gelaran nasional tersebut. Beragam kegiatan MTQ digelar di sejumlah lokasi di Kota Semarang hingga rangkaian acara ditutup pada akhir pekan.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI. Ia menilai seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik berkat kerja sama berbagai pihak.
“Alhamdulillah, MTQ Nasional XXXI yang kita laksanakan sejak 11 September lalu berjalan lancar, meriah, dan membanggakan. Terima kasih mendalam untuk seluruh pihak yang bahu-membahu menyukseskan perhelatan besar ini,” ujarnya, Minggu, 20 September 2026.
Agustina menyebut dukungan masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam penyelenggaraan kegiatan berskala nasional tersebut. Sambutan warga terhadap para kafilah dan tamu yang datang dari berbagai daerah turut menciptakan suasana positif selama MTQ berlangsung.
Selain masyarakat, apresiasi juga disampaikan kepada panitia penyelenggara, jajaran keamanan, relawan, hingga komunitas yang terlibat dalam mendukung berbagai agenda MTQ.
Salah satu kegiatan yang menjadi sorotan adalah pencatatan Rekor MURI melalui aksi menyanyikan Mars MTQ secara serentak. Kegiatan tersebut melibatkan 288.219 peserta yang terdiri atas siswa, guru, tenaga pengajar, serta aparatur sipil negara (ASN).
“Terima kasih secara khusus kepada para siswa dan siswi, para guru dan pengajar, serta seluruh ASN yang ikut menyukseskan kegiatan menyanyikan Mars MTQ. Partisipasi kalian menjadi bagian dari kemeriahan MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang,” katanya.
Menurut Agustina, rangkaian kegiatan pendukung MTQ juga membuka ruang interaksi antara masyarakat Semarang dengan para kafilah dari berbagai provinsi. Pertemuan tersebut dinilai memperkuat suasana kebersamaan selama para peserta berada di Kota Semarang.
Ia berharap pengalaman selama berada di Semarang dapat meninggalkan kesan positif bagi para kafilah dan tamu yang datang dari berbagai daerah.
“Semoga kehangatan dan kebersamaan yang terbangun selama MTQ Nasional XXXI di Semarang menjadi kenangan baik bagi seluruh kafilah dan tamu yang datang,” pungkasnya.
Jurnalis: Lingkar Network/Syahril Muadz
Editor: Muslichul Basid






























