Batang (lingkarjateng.id) – Keberadaaan Industropolis Batang tidak hanya berorientasi pada pembangunan pabrik dan investasi manufaktur semata. Namun, kawasan industri terbesar di Jawa Tengah ini juga komitmen memperkuat lingkungan.
Salah satunya melalui penanaman pohon aren yang diproyeksikan menjadi penopang ekosistem hijau sekaligus sumber energi terbarukan masa depan. Sebanyak 2.200 hingga 2.500 bibit aren ditargetkan tertanam sepanjang tahun ini.
Jumlah tersebut menjadi tahap awal menuju target jangka panjang mencapai 20 ribu hingga 25 ribu pohon aren di kawasan hijau dan green belt Industropolis Batang.
Direktur Industropolis Batang, Marfan Trihartiko, mengatakan program penanaman aren merupakan bagian dari agenda keberlanjutan yang terus dikembangkan seiring pembangunan kawasan industri.
“Penanaman pohon aren ini bagian dari usaha dan program industropolis Batang yang keberlanjutan dan berkontribusi untuk lingkungan hidup,” kata Marfan dalam keterangannya yang diterima, Sabtu (24/10).
Menurut Marfan, aren dipilih karena memiliki manfaat ganda. Selain berfungsi menjaga keseimbangan lingkungan, tanaman tersebut juga memiliki nilai ekonomi tinggi yang dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar.
“Pohon aren ini sangat penting sekali karena satu, nilai ekonomis sangat tinggi. Jadi bukan hanya untuk lingkungan, tapi juga buat sosioekonomi,” jelasnya.
Di sisi lain, keberadaan lahan untuk penanaman aren dinilai sangat memadai. Seluruh area nonindustri yang berfungsi sebagai kawasan hijau berpotensi menjadi lokasi pengembangan tanaman tersebut.
“Area yang tidak dibangun industri, itu ready untuk di tanam pohon aren. Dan maksud saya pohon-pohon yang juga untuk green belt kita,” ucap Marfan.
Ia menambahkan, kawasan hijau di Industropolis Batang memiliki porsi yang sangat besar, bahkan mencapai sekitar sepertiga hingga setengah dari total luas kawasan. Program penghijauan ini mendapat dukungan dari sektor swasta dan BUMN.
Sementara itu, Direktur PT Mitra Aren Indonesia, Lety Jumiati, menilai aren memiliki potensi strategis sebagai bahan baku energi bersih melalui pemanfaatan nira untuk bioetanol.
Pengembangan komoditas aren dapat menghasilkan berbagai manfaat sekaligus, mulai dari ketahanan energi, ketahanan pangan, hingga pelestarian lingkungan.
“Nira aren ini salah satu sumber bahan baku yang bisa kita kembangkan. Selain menghasilkan energi hijau, aren juga menghasilkan gula organik bernilai ekonomi. Dari sisi lingkungan, tanaman ini berperan dalam konservasi lahan, penghijauan dan menjaga ketersediaan air,” ujarnya.
Dukungan serupa juga dari Direktur Pertamina NRE, John Anis. John menyebut aren sebagai tanaman yang sangat potensial karena hampir seluruh bagiannya memiliki nilai manfaat. “Aren itu termasuk pohon ajaib ya. Dari akar sampai daun itu semua bermanfaat,” tuturnya.
John mengatakan keterlibatan Pertamina NRE dalam program tersebut sejalan dengan upaya mendorong kemandirian energi nasional melalui pengembangan bioetanol berbasis sumber daya lokal. “Selain dari gula aren, pohon aren itu bisa dijadikan bioetanol sehingga kita bisa mandiri secara energi,” katanya.
Kolaborasi antara Industropolis Batang, PT Mitra Aren Indonesia dan Pertamina NRE diharapkan menjadi langkah awal membangun ekosistem industri hijau yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat ketahanan energi, pangan, dan keberlanjutan lingkungan di masa depan. ***



























