Pekalongan (lingkarjateng.id) – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan Sukirman mengapresiasi dan memuji terhadap dua tokoh besar yang pernah mencurahkan seluruh tenaga dan pemikirannya dalam membangun Kabupaten Pekalongan di masanya.
Kedua tokoh besar tersebut yakni Amat Antono mantan Bupati Pekalongan periode 2001–2006 dan 2011–2016, dan Dulmanan mantan Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan periode 1999–2004.
Hal itu terlihat saat dalam sebuah acara dialog publik bertajuk “Menakar Kepala Daerah Berkarakter dan Berkualitas Menyongsong Kajen Bermartabat, Maju dan Sejahtera” yang digelar di salah satu rumah makan di wilayah Kecamatan Karanganyar, Jumat (3/7/2026) sore.
Kehadiran kedua tokoh besar dan Plt Bupati Pekalongan Sukirman tersebut yakni untuk berbagi pengalaman kepemimpinan kepada para aktivis dan masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Menurut Sukirman, berbagai pengalaman yang dibagikan menjadi bekal berharga bagi pembangunan Kabupaten Pekalongan ke depan.
“Beliau berdua memberikan gambaran dan prospek ke depan, khususnya untuk Kabupaten Pekalongan. Dari sisi kepemimpinan, prospek pembangunan, hingga manajemen komunikasi. Meskipun waktunya singkat, banyak teori dan pengalaman yang bisa kita pelajari,” ujarnya.
Dikatakan, salah satu pesan utama yang disampaikan Amat Antono adalah pentingnya membangun komunikasi yang baik sebagai fondasi pemerintahan. Skala prioritas pemerintah adalah memperkuat komunikasi, mengembalikan kepercayaan masyarakat.
Serta memberikan pelayanan dan pembangunan terbaik sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat.
“Skala prioritas yang pertama adalah soal komunikasi. Kedua, bagaimana mengembalikan lagi kepercayaan masyarakat. Lalu yang ketiga, bagaimana memberikan yang terbaik sebagai bentuk tanggung jawab kita kepada masyarakat, terutama dalam bidang pembangunan,” tuturnya.
Sukirman berharap seluruh elemen masyarakat, termasuk para aktivis, dapat bersama-sama mendukung jalannya pemerintahan demi kemajuan Kabupaten Pekalongan. “Nah, poinnya adalah bagaimana seluruh aktivis ini bersama-sama mendukung pemerintahan,” tandasnya.
Sementara itu, Amat Antono menekankan bahwa tantangan membangun Kabupaten Pekalongan tidaklah sederhana. Menurutnya, keberhasilan pemerintahan sangat ditentukan oleh kekompakan aparatur sipil negara (ASN).
“Salah satu kunci utamanya adalah merapikan barisan dan menyatukan gelombang. Kalau aparatur sipilnya tidak kompak, kalau ASN-nya tidak satu gelombang, hasilnya tidak akan optimal,” ujar Antono.
Ia mengibaratkan kekompakan ASN seperti gelombang radio yang harus berada pada frekuensi yang sama agar menghasilkan suara yang jernih. Begitu pula dalam organisasi pemerintahan, seluruh jajaran harus bergerak dengan irama yang sama untuk mencapai tujuan bersama.
Antono juga mengambil filosofi kedisiplinan militer sebagai contoh pentingnya membangun kesamaan langkah dalam organisasi. “Jadi, rapikan barisan, satukan gelombang, lalu fokus,” tegasnya.
Secara khusus, Antono berpesan kepada Sukirman agar berani mengambil langkah nyata dalam menjalankan roda pemerintahan. “Lakukan. Hanya satu kata, lakukan,” katanya.
Ia menegaskan, pesannya bukan bentuk dukungan kepada individu tertentu, melainkan berbagi pengalaman sebagai mantan kepala daerah yang pernah memimpin Kabupaten Pekalongan.
“Dalam rangka mewujudkan Kabupaten Pekalongan yang lebih baik, salah satu kuncinya di tingkat internal adalah satukan langkah, satukan gelombang, dan rapikan barisan,” tegasnya. ***
Jurnalis : Fahri Akbar
Editor : Fian































