PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2026 resmi ditutup di Desa Wonorejo, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Kamis, 13 Agustus 2026. Upacara dipimpin langsung oleh Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Muhammad Nurul Chabibi dan dihadiri Plt Bupati Pekalongan Sukirman.
Plt Bupati Sukirman memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas selesainya seluruh rangkaian kegiatan, baik fisik maupun non-fisik. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini berkat kerja sama lintas sektor.
“TMMD Tahap III Tahun 2026 ini merupakan sinergitas antara Dandim 0710/Pekalongan dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, dengan penyiapan anggaran yang cukup juga dari DPRD,” kata Sukirman.
“TMMD ini menghasilkan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, serta pemberdayaan ekonomi. Yang tidak kalah penting adalah sengkuyung, keguyuban seluruh masyarakat yang terlibat,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Sukirman juga mengungkapkan langkah konkret pascabencana banjir di Petungkriyono. Pemkab Pekalongan bersama Kodim 0710/Pekalongan telah berkoordinasi dan menindaklanjuti arahan Presiden terkait pembangunan Jembatan Merah Putih.
“Kita telah berkirim surat kepada Pak Pangdam atas fasilitasi dari Pak Dandim. Insya Allah beberapa titik lagi di Kabupaten Pekalongan akan dibangun Jembatan Merah Putih yang memang menjadi cita-cita Bapak Presiden,” terang Sukirman.
Terkait ancaman kekeringan dan krisis air bersih menjelang musim kemarau, Pemkab Pekalongan bersama BPBD, TNI, dan Polri telah menyiapkan langkah antisipasi terpadu.
Pemetaan dan kesiapsiagaan sudah dilakukan, sementara pengiriman bantuan air bersih terus disalurkan ke titik-titik terdampak seperti Sragi dan wilayah lainnya.
“Ini semua sudah kita siapkan. BPBD, TNI, dan Polri telah melakukan mapping pertama dan apel kesiapsiagaan. Yang kedua, kita juga melakukan pengiriman air bersih ke titik-titik terdampak seperti Sragi dan beberapa titik yang hari ini masih dalam bantuan,” pungkas Sukirman.
Sementara Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Muhammad Nurul Chabibi menyampaikan, TMMD bukan sekadar pembangunan fisik. Kegiatan rutin triwulanan ini juga bertujuan menanamkan wawasan kebangsaan dan memperkuat persatuan melalui sosialisasi bersama dinas terkait.
“TNI selalu menggugah dan bersinergi dengan masyarakat, menularkan wawasan kebangsaan melalui sosialisasi bersinergi dengan dinas terkait demi persatuan dan kesatuan bangsa. Pada dasarnya TNI hadir di tengah-tengah masyarakat dalam rangka membantu kesulitan rakyat,” tegasnya.
Upacara penutupan ditutup dengan penyerahan secara resmi hasil-hasil proyek TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 untuk dimanfaatkan dan dirawat bersama oleh warga masyarakat.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Sekar
































