KENDAL, Lingkarjateng.id – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kendal meluncurkan inovasi Pesta Tuna untuk mengoptimalkan pencatatan dan pelaporan administrasi hasil pelelangan ikan di seluruh Tempat Pelelangan Ikan (TPI) wilayah setempat.
Kepala DKP Kendal, Hudi Sambodo, menjelaskan TPI merupakan salah satu simpul penting dalam tata kelola sektor kelautan dan perikanan. Selain menjadi pusat transaksi hasil tangkapan nelayan, TPI menjadi sumber data produksi perikanan sekaligus dasar dalam penarikan retribusi daerah.
Oleh karena itu, kata Hudi, kualitas pencatatan dan pelaporan administrasi hasil pelelangan ikan menjadi faktor penting untuk menghasilkan data perikanan yang akurat, transparan, dan akuntabel.
“Optimalisasi pencatatan dan pelaporan hasil pelelangan ikan merupakan bagian dari penguatan tata kelola pemerintahan berbasis data atau evidence-based policy,” ujarnya, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Hudi mengakui dalam pelaksanaannya masih terdapat sejumlah kendala. Di antaranya pencatatan yang masih dilakukan secara manual, keterbatasan sumber daya manusia pengelola TPI, serta belum terintegrasinya sistem informasi antar-TPI.
Selain itu, masih terdapat pelaku usaha dan nelayan yang belum sepenuhnya patuh dalam melaporkan seluruh transaksi hasil perikanan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
“Kondisi tersebut tentu perlu dicarikan solusi agar pencatatan dan pelaporan hasil pelelangan ikan dapat dilakukan secara lebih optimal,” katanya.
Karena itu, DKP Kendal mendorong digitalisasi sistem pencatatan dan pelaporan administrasi hasil pelelangan ikan melalui Pesta Tuna. Inovasi tersebut digagas oleh Wiedi Fajar Nugroho, selaku Kasubbag Tata Usaha UPTD TPI.
“Harapannya sistem ini mampu memenuhi unsur transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan data pelelangan ikan di seluruh TPI Kabupaten Kendal,” ucapnya.
Pesta Tuna diharapkan tidak hanya mempermudah proses administrasi, tetapi juga menghasilkan data perikanan yang lebih akurat dan dapat dipercaya sebagai dasar pengambilan kebijakan pemerintah daerah.
“Dari Pesta Tuna menuju tata kelola pelelangan ikan yang transparan, akurat, dan tepercaya,” pungkasnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Ulfa






























