PATI, Lingkarjateng.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mendorong pelaksanaan APBD agar lebih produktif dan memberikan dampak nyata kepada masyarakat.
Hal tersebut menyusul adanya Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) yang mencapai Rp280 muliar pada tata kelola APBD 2025. Silpa tersebut berasal dari BUMD, Puskesmas, hingga RSUD Kayen dan Ruas Soewondo.
Ketua Fraksi PKB DPRD Pati, Muntamah, menegaskan bahwa penyusuan APBD harus memperhitungkan banyak aspek pada proyeksi alokasi anggaran agar terserap ke masyarakat dengan baik.
“Penyusunan APBD perlu disesuaikan dengan proyeksi alokasi anggaran yang telah disesuaikan dan mengedepankan kepentingan rakyat, lebih produktif dan bermanfaat nyata,” ungkapnya, baru-baru ini.
Muntamah berharap Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 yang telah disetujui pada 14 Juli 2025 menjadi bahan evaluasi perbaikan pelaksanaan tata kelola keuangan ke depan.
“Raperda ini telah memenuhi berbagai aspek untuk ditetapkan menjadi Perda. Sehingga harus menjadi catatan penting untuk dilaksanakan demi kemaslahatan masyarakat Kabupaten Pati,” tandasnya. (Adv)
Jurnalis: Lingkarjateng Group Network






























