REMBANG, Lingkarjateng.id – Desa Wisata Sendangasri, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, mencatatkan prestasi membanggakan dengan masuk dalam 15 besar kategori Desa Wisata terbaik pada ajang Wonderful Indonesia Awards (WIA) tahun 2025. Ajang bergengsi yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (KemenparRI) ini diikuti oleh lebih dari 6.000 desa wisata se-Indonesia.
Secara keseluruhan, Sendangasri berhasil menembus 30 besar dari seluruh kategori yang dilombakan. Empat kategori yang dinilai dalam WIA 2025 meliputi Desa Wisata, Daya Tarik Wisata, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta Toilet Terbaik Nasional.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang, Muttaqin, menyampaikan bahwa kini Desa Sendangasri bersaing dengan 14 desa lainnya di kategori Desa Wisata.
“Sendangasri ini masuk 15 besar untuk kategori desa wisata, 15 itu nanti akan diambil yang terbaik, insyaallah akan ada 5 besar,” jelasnya.
Pada Jumat, 26 September 2025, tim juri dari KemenparRI telah melakukan visitasi ke Desa Sendangasri untuk memverifikasi data, menilai potensi desa, serta mencocokkan dokumen dan video yang telah dikirimkan dengan kondisi lapangan.
“Kemarin itu kita menyambut sekaligus mendampingi tim juri untuk melaksanakan visitasi menyocokkan antara data dokumen video yang dikirim dengan kondisi riil yang ada di lapangan sehingga itu nanti akan dikompilasi dari data yang ada,” terangnya.
Mutaqqin menambahkan, desa-desa yang masuk 15 besar akan diundang dalam malam penganugerahan WIA 2025. Namun hingga kini, lokasi acara masih menunggu konfirmasi dari panitia pusat.
Sebagai tambahan informasi, Sendangasri dikenal sebagai desa wisata berbasis pelestarian budaya lokal. Desa ini menawarkan berbagai aktivitas edukatif seperti seni tari, karawitan, wayang, kerajinan anyaman, gerabah, batik tulis Lasem, serta kuliner khas yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Sebelumnya, Sendangasri juga meraih juara 1 pada ajang Desa Wisata tingkat Provinsi Jawa Tengah 2025. Kendati demikian, WIA bukan kelanjutan dari ajang tersebut, melainkan kompetisi tersendiri yang diselenggarakan di tingkat nasional.
Jurnalis: Muhammad Faalih
Editor: Sekar S

































