JEPARA, Lingkarjateng.id – Sebanyak 190 kepala keluarga (KK) atau 570 jiwa di Desa Sumber Rejo, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara mengalami kelangkaan air bersih akibat gangguan pada sistem penyediaan air dan menurunnya debit air sumur bor.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Bagus Ari Wibowo, menjelaskan bahwa, terdapat dua titik utama yang mengalami kesulitan memperoleh pasokan air bersih.
Di antaranya di RT 01 RW 04 Dukuh Alang-alang Ombo, sebanyak 65 KK atau 195 jiwa terdampak setelah meteran listrik Pamsimas dilepas oleh PLN. Hal itu terjadi karena ditemukan penggunaan listrik tanpa melalui meter (los) dan tanpa izin.
“Saat ini, proses negosiasi antara pengelola Pamsimas dengan pihak PLN masih berlangsung untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Akibatnya, distribusi air bersih kepada warga terhenti,” katanya, pada Selasa, 28 Juli 20206.
Sementara itu, lanjut Bagus, di RT 02 RW 04 Dukuh Alang-alang Ombo, sebanyak 125 KK atau 375 jiwa mengalami kesulitan air bersih akibat debit air sumur bor yang semakin kecil sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Sebagai upaya penanganan, pembangunan sumur bor baru telah dilakukan dan kini tinggal menunggu proses pemasangan serta penyambungan jaringan pipa,” ujarnya.
Bagus mengungkapkan bahwa kelangkaan air bersih mulai dirasakan warga pada 22 Juli 2026. Untuk mengatasi sementara kelangkaan air bersih di dua titik tersebut, BPBD Jepara telah menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak melalui kegiatan dropping air yang dilakukan dua kali dalam sepekan, dengan setiap kali pengiriman sebanyak dua tangki air bersih.
“Penyaluran bantuan air bersih sudah dilaksanakan sebanyak dua kali, yakni pada Rabu (22 Juli 2026) dan Jumat (24 Juli 2026). Kami akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan menyiapkan dropping air bersih lanjutan apabila kebutuhan masyarakat belum dapat terpenuhi,” terang Bagus.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Sekar

































