DEMAK, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak terus pemperketat pengawasan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah setempat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, Akhmad Sugiharto, menegaskan bahwa pelaksanaan Program MBG di wilayahnya berjalan aman dan terkendali.
Dia menuturkan, Pemkab Demak melakukan pengawasan rutin agar tidak terjadi kasus yang merugikan masyarakat, seperti keracunan makanan yang sempat viral di daerah lain.
“Alhamdulillah, untuk Demak masih aman. Namun kami tetap melakukan pengecekan rutin ke titik-titik MBG agar kualitas dan kelayakan makanan selalu terkontrol,” ujarnya di Demak, Selasa, 30 September 2025 kemarin.
Ia menjelaskan, koordinasi dilakukan dengan berbagai pihak mulai dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, hingga Kementerian Pendidikan.
Bahkan, pada bulan Oktober mendatang akan dilakukan evaluasi bersama pengelola MBG dari 50 sekolah penerima.
“Kami kumpulkan semua pengelola agar lebih berhati-hati. Tim Dinas Kesehatan juga akan rutin keliling mengecek proses penyajian makanan,” tambahnya.
Terkait adanya beberapa sekolah swasta yang menolak program MBG karena sudah memiliki katering sendiri, Sugiharto menilai hal tersebut wajar.
Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah tetap mendorong agar program ini bisa diterapkan secara merata.
“Kita tidak bisa memaksa, tapi pendekatannya persuasif. Harapannya program MBG ini bisa seragam dan gizi anak-anak lebih terjamin,” jelasnya.
Ia menambahkan, MBG menjadi bagian penting dalam mendukung stabilitas sosial dan kesehatan generasi muda.
“Sinergi antara sekolah penerima, penyedia, dan pemerintah daerah menjadi kunci. Dengan begitu, manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.
Jurnalis: M. Burhanuddin Aslam
Editor: Rosyid

































