DEMAK, Lingkarjateng.id – Stok beras di Gudang Perum Bulog Katonsari, Kabupaten Demak, dipastikan dalam kondisi aman dan melimpah serta mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga satu tahun ke depan. Masyarakat diimbau untuk tidak khawatir karena pasokan beras dalam kondisi terkendali.
Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Semarang, Rendy Ardiansyah mengatakan bahwa stok beras yang tersimpan di Gudang Katonsari, Demak saat ini mencapai sekitar 5.000 ton. Sementara total stok beras yang dikuasai Perum Bulog Cabang Semarang per akhir pekan lalu mencapai sekitar 91 ribu ton.
“Stok beras yang ada di Gudang Katonsari sekitar 5.000 ton. Sedangkan total stok yang dikuasai Perum Bulog Cabang Semarang mencapai 91 ribu ton. Perkiraan kami, jumlah tersebut mampu memenuhi kebutuhan minimal satu tahun ke depan,” jelas Rendy saat meninjau stok beras di Gudang Bulog Katonsari Demak, Sabtu, 4 Juli 2026.
“Jadi kondisi stok beras sangat aman, masyarakat tidak perlu panik maupun takut,” katanya lagi.
Selain itu, Bulog juga siap melakukan intervensi pasar melalui operasi pasar apabila ditemukan indikasi kelangkaan beras ataupun kenaikan harga yang tidak wajar di pasaran.
“Apabila terjadi gejolak harga atau ada indikasi kelangkaan beras, Bulog siap melakukan operasi pasar. Untuk saat ini, stok yang kami miliki sangat aman,” katanya.
Selain menjaga ketersediaan stok, Bulog juga masih aktif melakukan penyerapan gabah dan beras dari petani pada masa tanam (MT) kedua dan ketiga tahun ini.
Menurutnya, seluruh cadangan beras yang saat ini dikuasai Bulog berasal dari hasil produksi dalam negeri tanpa adanya pasokan beras impor.
“Selain itu juga kita tetap melakukan penyerapan beras. Jadi di MT 2 dan 3 ini kita masih aktif melakukan penyerapan beras dalam negeri. Adapun stok yang kita kuasai saat ini semuanya full dalam negeri, tidak ada beras luar negeri,” katanya.
Lebih jauh, Rendy juga mengatakan bahwa sebagai wilayah sentra produksi padi, Jawa Tengah memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Apabila terjadi kelebihan stok, beras dari wilayah ini dapat didistribusikan ke daerah yang mengalami defisit pasokan.
“Karena wilayah kami merupakan wilayah produsen, saat kelebihan stok itu bisa untuk kita move ke daerah yang defisit, misal NTT atau ke Papua. Kami tentunya akan siap jika diberikan penugasan mendistribusikan ke luar Jawa Tengah,” pungkasnya.
Jurnalis: M Burhanuddin Aslam
Editor: Sekar





























