KAB. SEMARANG, Lingkarjateng.id – Ngesti Nugraha dan Nur Arifah memberikan pidato pertamanya sebagai Bupati dan Wakil Bupati Semarang periode 2025-2030 di rapat paripurna DPRD Kabupaten Semarang pada Senin, 3 Maret 2025.
Pada kesempatan tersebut, Ngesti Nugraha menegaskan bahwa saat ini seluruh pemerintah daerah termasuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang dituntut untuk bekerja cepat, cerdas, dan tepat mutu serta manfaat.
Oleh karena itu, ia bersama Nur Arifah mengajak seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan jajarannya, camat, beserta kepala desa se-Kabupaten Semarang untuk bekerja sesuai dengan acuan dan pedoman-pedoman yang ada.
Ngesti juga mengatakan bahwa dirinya dan Nur Arifah akan menerapkan bekal yang didapat selama mengikuti retret kepala daerah di Akademi Militer (Akmil) Kota Magelang lalu.
“Memang kalau soal retret hasilnya bagus sekali, dalam rangka sinkronisasi antara program dan visi-misi dari Presiden RI soal Asta Cita, Pemerintah Provinsi Jateng, dan visi-misi Pak Gubernur Jateng, dan Pemda Kabupaten Semarang dalam arti visi-misi saya dan Ibu Nur Arifah ini harus sinkron, harus sejalan, harus selinier, dan harus ada koordinasi yang bagus antarketiganya,” katanya.
Bupati Semarang itu juga menyatakan bahwa dengan sinkronisasi tersebut, arah pembangunan dan kebijakan Pemkab Semarang akan sejalan dengan pemerintah pusat.
“Dan memang ada beberapa program-program yang sudah kami laksanakan di periode sebelumnya, namun juga ada yang belum dilakukan. Misalnya, yang belum dilakukan di bidang pendidikan, contoh soal pemberian beasiswa ini sudah kami lakukan tapi memang belum semuanya,” bebernya.
Adapun hal lain yang belum dilakukan sepenuhnya ialah di bidang infrastruktur. Di mana, Ngesti Nugraha menjelaskan bahwa di kepemimpinannya bersama Nur Arifah akan membangun infrastruktur khususnya di wilayah-wilayah perbatasan yang masuk kewenangan Pemda Kabupaten Semarang.
“Dan misalnya dari segi anggaran ini kami tidak mampu, kami juga tentu akan ajukan ke pemerintah pusat maupun pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” katanya.
Adapun program-program krusial yang akan segera digenjot di Kabupaten Semarang seperti di bidang kesehatan kaitannya dengan BPJS Kesehatan gratis, di mana hal ini sangat bermanfaat bagi masyarakat kurang mampu.
“Kemudian, di bidang pendidikan ini juga akan kami genjot terus, khususnya di bidang beasiswa akan segera kami ratakan semuanya, lalu kami juga akan melakukan program makan bergizi gratis (MBG), terkait itemnya apa saja, masih kami rapatkan,” kata Ngesti.
Pihaknya menyatakan, bidang infrastruktur pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah-wilayah perbatasan juga menjadi konsentrasi bagi Pemkab Semarang dengan mengedepankan kolaborasi antarpemerintahan, termasuk pemerintah desa (pemdes).
“Termasuknya ketahanan pangan juga akan kita maksimalkan, karena di Kabupaten Semarang saat ini sudah ada sekitar 180 hektare (Ha) untuk beras organik, dan ini akan kita maksimalkan. Beras organik ini jadi plan ke depan Kabupaten Semarang karena memang harganya cukup tinggi, sehingga akan kita maksimalkan,” paparnya.
Ngesti juga mengungkapkan bahwa Pemkab Semarang akan membangun sarana air bersih di sejumlah wilayah yang saat ini masih dalam tahap pemetaan.
“Dan nantinya akan kami eksekusi secara bertahap. Lalu, yang tidak kalah penting ini kaitannya dengan ekonomi. Di mana UMKM akan kita gerakkan, dalam rangka percepatan pengentasan angka kemiskinan di Kabupaten Semarang,” katanya.
Adapun terkait pemangkasan atau efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah pusat, Ngesti yakin kebijakan tersebut tidak akan mengganggu program-program prioritas di Kabupaten Semarang.
“Memang soal adanya efisiensi anggaran sesuai dengan Inpres Nomor 1 Tahun 2025 ini memang menurut pandangan kami tidak mengganggu program prioritas kami. Memang ada yang terkena, tapi kami akan carikan anggaran dari sumber lain, supaya program-program pemerintah ini tetap dan harus berjalan baik,” tegasnya. (Lingkar Network | Hesty Imaniar – Lingkarjateng.id)































