PATI, Lingkarjateng.id – Tradisi sedekah bumi hampir digelar di setiap desa di Kabupaten Pati. Berbagai kegiatan kesenian turut ditampilkan sebagai wujud nguri-nguri budaya.
Namun, Sekretaris Komisi A DPRD Pati, Kastomo menyoroti kurangnya kontribusi pemerintah daerah dalam kegiatan nguri-nguri budaya tersebut.
Pasalnya penganggaran kegiatan sedekah bumi murni bersumber dari swadaya masyarakat dan tanpa adanya campur tangan pemerintah. Sedangkan sedekah bumi sendiri telah diatur dalam UU No. 5 Tahun 2017.
“Di bidang budaya Pati memang belum diperhatikan. Seperti wayang golek, meskipun ini ramai acara sedekah bumi juga masih kurang. Sedekah bumi juga fokusnya oleh masyarakat, perhatian pemerintah juga sangat kurang,” ungkapnya, Rabu 20 Mei 2026.
Oleh sebab itu, ia menilai kehadiran pemerintah daerah sangat penting untuk menjaga keberadaan tradisi agar tidak hilang ditelan zaman.
“Ini PR pemerintah dan DPRD untuk bagaimana menjaga kebudayaan Pati, seperti wayang atau ketoprak,” imbuhnya.
Jurnalis: Lingkarjateng Group Network
Editor: Sekar






























