SEMARANG, Lingkarjateng.id – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah (Jateng) mendukung kebijakan pemerintah yang memberi izin terhadap organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan untuk mengelola tambang.
Bahkan, PWNU Jateng juga mendukung langkah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang telah mengajukan izin kepada pemerintah pusat.
“Yang mendapatkan tambang adalah PBNU, dan PWNU Jawa Tengah mendukung. Ditambah pemerintah telah mengizinkan ormas keagamaan mengelola wilayah izin pertambangan khusus (WIUPK) dengan diatur dalam PP Nomor 25 Tahun 2024, Pasal 83A ayat (1) yang menyebutkan bahwa ormas agama bisa mengelola WIUPK.” kata Ketua PWNU Jateng, KH Abdul Ghofar Rozin, saat dihubungi media baru-baru ini.
Kendati demikian, Guz Rozin, sapaan akrabnya, mengaku belum begitu paham terkait mekanisme dan teknis pengelolaannya.
Namun, sebagai pengurus di tingkat wilayah, ia mendukung keputusan PBNU untuk menerima pemberian izin pertambangan.
“Lha kulo mboten paham. Belum tahu, itu domainnya PBNU. Pokoknya itu urusannya PBNU, PWNU mendukung saja,” kata dia.
Terpisah, Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jateng, Solahudin Aly, akan mengikuti instruksi PBNU sebagai badan otonom (Banom) milik NU dan menyatakan kesanggupannya jika diberi amanah untuk mengelola tambang di Jateng.
“Karena kami adalah banomnya PBNU, maka kami mengikuti arahan NU. GP Ansor Insya Allah sanggup, karena ada teman yang sudah bergerak di skala lokal,” ucap Gus Sholah sapaan akrabnya.
Pihaknya, memastikan lahan tambang yang dikelola ormas agama bersifat konsesi, sehingga peruntukannya bukan untuk pembukaan lahan swasta.
“Lahan konsesi itu lahan pemerintah yang tidak bisa dieksplorasi lalu bisa diolah ormas. Mungkin kekhawatiran orang adalah sisi profesionalnya. Ya artinya tidak boleh ada pembedaan. Antara perusahaan private dengan ormas harus sama,” tandas Gus Sholah.
Ia pun meyakini bahwa NU sanggup mengelola konsesi tambang yang akan diberikan pemerintah. Terlebih dari segi sumber daya manusia, GP Ansor, terutama NU, punya banyak kader yang kompeten di bidang tersebut.
Namun, saat ditanya soal kader NU yang mempunyai tambang di Jateng, ia tak mengetahui jumlah persisnya.
“Kalau di Jateng saya kurang tahu persis, tapi ada beberapa kader NU yang menekuni tambang, meski saya tidak bisa merinci pastinya. Kader NU ini kan jumlahnya banyak dan melimpah,” ungkap dia. (Lingkar Network | Rizky Syahrul Al-Fath – Lingkarjateng.id)


































