KENDAL, Lingkarjateng.id – Pemerintah Desa Sudipayung, Kecamatan Ngampel bersama Desa Kertomulyo, Kecamatan Brangsong Kabupaten Kendal berkolaborasi mengantisipasi banjir akibat luapan Sungai Blorong dengan memasang parapet beton.
Inisiatif tersebut mengingat intensitas hujan tinggi beberapa hari terakhir ini membuat warga waswas Sungai Blorong meluap yang dampaknya bisa dirasakan warga Desa Sudipayung, Kecamatan Ngampel dan Desa Kertomulyo, Kecamatan Brangsong.
Kepala Desa Sudipayung, Yusuf, mengungkapkan bahwa banjir hampir menjadi kejadian rutin setiap tahun ketika intensitas hujan tinggi. Hal ini turut menjadi kekhawatiran tersendiri masyarakat. Oleh karena itu pihaknya berinisiatif memasang parapet beton di sepanjang Sungai Blorong.
“Saat hujan deras, air Sungai Blorong bisa sewaktu-waktu meluap atau melimpah, dan warga kami sudah siap menghadapinya,” ujar Yusuf pada Selasa, 30 Januari 2024.
Yusuf mengatakan, Pemdes Sudipayung bersama Pemdes Kertomulyo telah melakukan berbagai persiapan menghadapi potensi banjir. Salah satunya dengan memasang parapet beton di titik rawan banjir.
Namun hingga saat ini, pihaknya masih membutuhkan sekitar 3.000 meter yang perlu dipasang parapet beton.
“Mengajukan proposal ke Pemkab, Pemprov Jateng, dan pemerintah pusat sudah kami lakukan, tapi hingga kini belum ada realisasi,” terangnya.
Sementara itu salah satu warga Desa Sudipayung, Muhlisin, mengungkapkan bahwa Sungai Blorong sering meluap ketika hujan tinggi dan mengakibatkan genangan air hingga 50 cm di permukiman warga.
“Upaya penanganan banjir ini menjadi kolaborasi penting antara pemerintah desa dan warganya, dengan harapan dapat mengurangi dampak banjir yang menjadi masalah setiap tahun,” tuturnya. (Lingkar Network | Robison – Lingkarjateng.id)






























