Blora (lingkarjateng.id) – Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Blora, terus berjalan. Hingga November 2026, sebanyak 233 desa/kelurahan telah memiliki gerai koperasi. Namun, dari jumlah tersebut baru 55 gerai yang sudah beroperasi.
Komandan Kodim (Dandim) 0721/Blora Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto mengatakan, ratusan gerai tersebut telah menyelesaikan pembangunan fisik. Sementara itu, sebagian lainnya masih dalam tahap persiapan untuk bisa menjalankan kegiatan operasional.
Menurutnya, KDKMP yang belum beroperasi saat ini masih dalam proses pengajuan operasional. Salah satu kendalanya adalah pemenuhan sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk menunjang aktivitas koperasi.
“Saat ini (KDKMP pengusulan operasional) masih proses pemenuhan sarana dan prasarana,” ungkap Letkol Kav Yudhi, melalui keterangan tertulis yang diterima, Selasa (03/10/2026).
Pihaknya mengaku belum dapat memastikan berapa banyak KDKMP di Blora, yang bisa mulai beroperasi hingga akhir 2026. Pasalnya, kesiapan sarana dan prasarana operasional masih diupayakan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara.
“Yang akan beroperasi, yang menentukan Agrinas,” katanya.
Di sisi lain, pembangunan gerai KDKMP di Blora masih menyisakan pekerjaan. Sebanyak 62 desa/kelurahan hingga kini masih diupayakan mendapatkan lahan strategis untuk pembangunan gerai.
Menurutnya ketersediaan lahan tersebut menjadi salah satu tahapan penting, agar pembangunan koperasi bisa dilanjutkan.
Yudhi menyebut, sejumlah KDKMP yang sudah beroperasi mulai menyediakan berbagai barang kebutuhan masyarakat. Di antaranya pupuk bersubsidi dan LPG 3 kilogram.
“Untuk yang sudah beroperasi saat ini sudah ada beberapa barang subsidi, seperti pupuk dan LPG 3 kilogram,” jelasnya.
Selain kesiapan gerai dan barang dagangan, keberadaan pengelola juga mulai disiapkan. Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang ditugaskan sebagai manajer KDKMP disebut sudah mulai masuk untuk menjalankan operasional koperasi.
“Kalau manajer KDKMP dari Agrinas, sudah banyak yang masuk setahu saya,” sambungnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sejumlah KDKMP di Kabupaten Blora mulai menyediakan barang bersubsidi untuk masyarakat. Salah satunya LPG 3 kilogram yang dijual dengan harga Rp 16 ribu per tabung. ***
Jurnalis : Eko Wicaksono
Editor : Ady Arfian































