Jepara (lingkarjateng.id) – Sinergi TNI, Polri, dan instansi terkait menjadi kunci menjaga keamanan pelaksanaan Pemilihan Petinggi (Pilpet) Serentak 2026 di Kabupaten Jepara. Sebanyak 150 personel Kodim 0719/Jepara diterjunkan untuk mendukung pengamanan pesta demokrasi tingkat desa tersebut, pada Selasa (3/11/2026).
Pengamanan dilakukan secara terpadu bersama Polres Jepara dan unsur terkait guna memastikan seluruh rangkaian tahapan pemungutan hingga penghitungan suara berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Pilpet Serentak 2026 digelar di 24 desa yang tersebar di 15 kecamatan. Dalam kontestasi tersebut, sebanyak 61 calon petinggi bersaing untuk memperoleh kepercayaan masyarakat dan memimpin desa masing-masing.
Pasi Operasional Kodim 0719/Jepara, Kapten Arh Elfian mengatakan, pihaknya mengerahkan 150 personel yang didistribusikan ke 12 Koramil untuk mendukung pengamanan di sejumlah wilayah Kabupaten Jepara.
“Pengerahan personel merupakan bentuk komitmen TNI dalam membantu menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama proses demokrasi berlangsung,” katanya.
Menurutnya, keterlibatan personel TNI dilakukan melalui koordinasi dan sinergi dengan Polri serta instansi terkait. Dengan pola pengamanan terpadu, setiap potensi gangguan keamanan diharapkan dapat diantisipasi sedini mungkin.
“Selain melakukan pengamanan di sekitar lokasi pemungutan suara, kami juga mendukung pemantauan situasi wilayah guna memastikan masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Pihaknya juga menekankan pentingnya menjaga netralitas seluruh personel yang bertugas. Pengamanan, kata Elfian, dilaksanakan secara profesional dengan mengedepankan pendekatan persuasif serta tidak memihak kepada calon petinggi mana pun.
“Melalui keterlibatan seluruh unsur pengamanan, kami berharap pelaksanaan Pilpet Serentak 2026 tidak hanya berjalan lancar hingga penetapan hasil, tetapi juga mampu menjaga persatuan dan kerukunan masyarakat di masing-masing desa,” terangnya.
Pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut menjaga kondusivitas wilayah, menghormati perbedaan pilihan, serta menerima hasil pemilihan sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
“Dengan sikap saling menghormati dan menerima Pilpet Serentak 2026 dapat menjadi momentum memperkuat demokrasi di tingkat desa sekaligus menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Jepar,” pungkasnya.***
Jurnalis : Tomi BudiantoEditor : Ady Arfian































